⌂ Beranda News Kemenperin Targetkan Industri Keramik RI Tembus Empat Besar Dunia

Kemenperin Targetkan Industri Keramik RI Tembus Empat Besar Dunia

Kemenperin Targetkan Industri Keramik RI Tembus Empat Besar Dunia
Pabrik keramik di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan posisi Indonesia naik ke jajaran empat besar produsen keramik dunia. Target ini ditempuh melalui penguatan daya saing sektor manufaktur, baik domestik maupun ekspor.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat lima besar global bersama China, India, Brasil, dan Vietnam.

>>> Jadwal Indonesia U19 vs Vietnam U19 di Piala AFF U19 2026, 7 Juni

Pemerintah optimistis target kenaikan peringkat dapat tercapai karena didukung ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, struktur industri yang kuat dan berbasis sumber daya alam lokal membuat sektor keramik memiliki prospek pasar yang terus berkembang.

Hal itu disampaikannya pada Kamis (4/6/2026).

Industri keramik nasional mencatatkan performa positif dengan angka pertumbuhan mencapai 9,12 persen pada triwulan I 2026.

Kapasitas terpasang sektor ini telah menyentuh 650 juta meter persegi per tahun dengan tingkat utilisasi produksi 73 persen.

Sektor ini juga telah menyerap lebih dari 150.000 tenaga kerja di dalam negeri.

Pemerintah menjalankan regulasi strategis seperti Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) dan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk mempertahankan kekuatan operasional.

Pengetatan pasar juga diperkuat lewat kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2025.

Tantangan Lonjakan Harga Gas dan Pelemahan Rupiah

Di sisi lain, tekanan akibat pembengkakan biaya operasional dirasakan langsung oleh pelaku usaha. PT Concord Industry mengungkapkan, lonjakan harga bahan bakar menjadi faktor utama penambah beban sektor produksi.

Harga gas yang sebelumnya berkisar 6 dolar AS per MMBTU kini meningkat menjadi sekitar 21 dolar AS per MMBTU dan masih berpotensi naik lagi.

>>> Timnas Indonesia Fokus Pemulihan Fisik Jelang Lawan Mozambik

Pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp 18.000 per dolar AS juga memberikan tekanan tambahan bagi industri.

Hal itu disampaikan Vice Director Ceramics Tile PT Concord Industry, Herman Hamzah, pada Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, produk keramik dan granit bukan kebutuhan primer, sehingga kenaikan harga akan sangat memengaruhi permintaan dan kelangsungan proyek pembangunan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru