Pemilik kendaraan listrik diimbau melakukan pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali. Langkah ini bertujuan mendeteksi potensi kerusakan pada komponen utama sejak dini.
Kebiasaan pemilik yang baru membawa kendaraan ke bengkel setelah terjadi kerusakan mekanis masih sering ditemui. Padahal, perawatan berkala dapat mencegah kerusakan yang lebih parah.
>>> Presiden Prabowo Apresiasi Tarian Kecak Siswa SRMP 17 Tabanan
Komponen Vital yang Perlu Diperiksa
Menurut pemilik Bengkel Sepeda Motor Listrik DyVolt EV Shop, Adi Siswanto, tiga komponen yang paling sering mengalami kerusakan adalah dinamo, kontroler, dan unit baterai.
"Yang paling banyak datang ke tempat kami itu servis perbaikan dinamo, kontroler, dan baterai," kata Adi.
Karakter perawatan kendaraan listrik berbeda dengan kendaraan konvensional yang memiliki jadwal penggantian oli berkala. Hal ini memicu anggapan keliru bahwa motor listrik bebas perawatan rutin.
"Pada dasarnya kendaraan listrik tidak ada perawatan berkala seperti motor bensin. Biasanya dibawa ke bengkel saat sudah terjadi masalah," ujar Adi.
Meski tidak memiliki jadwal seketat motor bensin, pemeriksaan per semester sangat dianjurkan. Teknisi akan memeriksa motor penggerak BLDC, baterai, dan sistem perkabelan untuk mencegah soket terbakar.
"Yang paling bagus sebenarnya melakukan perawatan. Kami selalu menganjurkan customer untuk servis enam bulan sekali," kata Adi.
>>> Pipa Gas Pertamina Bocor di Babelan Bekasi, Bau Menyengat Terasa hingga Radius 1 Km
Dengan deteksi dini, pemilik dapat mengetahui tingkat kesehatan baterai dan memproyeksikan sisa usia pakainya sebelum rusak total.
"Jadi sebelum baterainya rusak, kami sudah bisa menginformasikan kapan kira-kira perlu diganti. Pemilik jadi lebih siap," ujarnya.
Penanganan sistem perkabelan juga menjadi prioritas dalam servis berkala untuk mengantisipasi korsleting. "Perkabelan juga kami cek.
Kadang ada kabel yang gosong atau soket mulai terbakar. Jadi sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, sudah diperbaiki lebih dulu," ujar Adi.
Kerusakan pada motor penggerak dan kontroler biasanya tidak terjadi mendadak, melainkan melalui proses penurunan kondisi yang bisa dipantau.
>>> Tsunami Terjang Tiga Wilayah Indonesia usai Gempa Filipina
"Jangan menunggu rusak dulu baru dibawa ke bengkel. Dengan pemeriksaan rutin, potensi kerusakan bisa diketahui lebih awal sehingga penanganannya lebih mudah dan murah," kata Adi.