Format komunikasi visual dalam industri event nasional terus mengalami perubahan. Kian banyak penyelenggaraan konferensi dan pameran kini menggunakan layar digital, menggantikan spanduk dan papan informasi cetak.
Pergeseran ini mencerminkan perubahan ekspektasi peserta serta cara brand dan penyelenggara mengukur efektivitas komunikasi dalam sebuah acara.
>>> Shin Tae-yong Latih Persija Jakarta, Momen Reuni Spesial Pemain Timnas
Salah satu contoh penerapan tren ini terlihat pada Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Konferensi yang diselenggarakan SVO. AI ini menggunakan lebih dari 20 unit layar interaktif beresolusi 4K yang dipasok PT Fortu Digital Teknologi.
Digital signage ditempatkan di area entrance, booth sponsor, dan conference hall untuk menampilkan jadwal acara, konten sponsor, dan navigasi peserta.
Sementara itu, interactive flat panel (IFP) digunakan di ruang sesi paralel untuk mendukung presentasi dan diskusi panel.
Peran Layar Interaktif dalam Konferensi Modern
Digital signage adalah layar digital yang menampilkan informasi secara dinamis, mulai dari video, foto, jadwal, hingga navigasi. Bentuknya beragam, dari layar berdiri hingga layar besar di panggung.
Interactive flat panel (IFP) adalah layar besar dengan kemampuan touch screen yang memungkinkan pengguna menulis, menggambar, atau menjalankan presentasi langsung.
Perangkat ini umum digunakan di ruang kelas dan rapat untuk aktivitas kolaboratif.
Penggunaan resolusi 4K pada kedua perangkat ini memastikan teks, foto, dan video ditampilkan dengan kualitas tajam, bahkan dari jarak dekat.
Ada beberapa faktor yang mendorong pergeseran dari media cetak ke layar digital.
>>> Shin Tae-yong Dikabarkan Jadi Pelatih Baru Persija Jakarta
Pertama, biaya produksi konten cetak yang berulang menjadi tidak efisien dibandingkan layar digital yang dapat dipakai berkali-kali.
Kedua, pembaruan informasi secara real-time selama acara berlangsung lebih mudah dilakukan melalui layar digital. Perubahan jadwal atau pengumuman mendadak dapat diakomodasi lebih cepat.
Ketiga, ekspektasi peserta konferensi juga berubah. Audiens profesional kini terbiasa dengan kualitas visual tinggi dari konten digital yang mereka konsumsi sehari-hari.
Layar interaktif juga mendukung format konferensi hibrida.
Unit IFP dengan fitur conference call memungkinkan partisipasi pembicara atau audiens dari luar venue, yang semakin relevan dengan adopsi format hibrida secara permanen.
Chief Executive Officer (CEO) Fortu Digital, Jovian Alvin, menyatakan bahwa kebutuhan industri event kini memerlukan teknologi visual yang mampu mendukung konten dinamis, interaksi peserta, dan pengukuran efektivitas.
Pergeseran menuju layar interaktif diperkirakan akan terus berlanjut di berbagai ruang publik lain, seperti lobi perkantoran, ritel, rumah sakit, dan bandara.
Bagi audiens, perubahan ini menghadirkan pengalaman ruang yang lebih dinamis dan informatif.
>>> Sekolah Maung Umumkan Hasil Seleksi 2026, Pendaftar Lolos Wajib Daftar Ulang
Bagi penyelenggara acara dan brand, digitalisasi visual membuka kemampuan baru untuk membangun komunikasi yang lebih personal, fleksibel, dan terukur.