Sejumlah raksasa teknologi global, termasuk Meta, Alphabet, Snap, dan ByteDance, telah menyetujui penyelesaian gugatan senilai puluhan juta dolar AS.
Gugatan ini terkait tuduhan bahwa platform media sosial berkontribusi terhadap krisis kesehatan mental di kalangan siswa Amerika Serikat.
>>> John Herdman Siap Rotasi Pemain Timnas Indonesia Lawan Mozambik
Kesepakatan ini berawal dari gugatan yang diajukan oleh Distrik Sekolah Breathitt County di Kentucky. Perusahaan-perusahaan tersebut dituduh merancang platform dengan fitur yang membuat pengguna muda kecanduan.
Akibatnya, para siswa dilaporkan mengalami peningkatan kasus kecemasan, depresi, hingga perilaku melukai diri sendiri. Pihak sekolah kemudian harus menanggung beban penanganan masalah tersebut.
Rincian Pembayaran Ganti Rugi
Berdasarkan dokumen yang diperoleh Reuters, total nilai ganti rugi mencapai 27 juta dolar AS atau sekitar Rp 486 miliar.
Nilai ini menjadi rincian keuangan penyelesaian kasus yang pertama kali diungkap ke publik.
Dalam pembagian pembayaran, Meta menjadi pihak dengan kontribusi terbesar, yakni 9 juta dolar AS atau sekitar Rp 162 miliar.
Snap dan ByteDance masing-masing membayar 8 juta dolar AS atau sekitar Rp 144 miliar.
Alphabet selaku induk Google membayar 2,01 juta dolar AS atau sekitar Rp 36,18 miliar. Kesepakatan damai dengan Meta ditandatangani pada 21 Mei 2026.
Penyelesaian dengan tiga perusahaan lain dilakukan dalam periode yang sama. Informasi ini tidak diungkap ke pengadilan hingga dokumen diperoleh melalui permintaan catatan publik.
Meski telah menyepakati pembayaran, semua perusahaan tersebut tetap menyanggah tuduhan yang diajukan dalam gugatan. Meta, Snap, dan YouTube sebelumnya menyatakan bahwa mereka telah menyelesaikan klaim tersebut secara damai.
Perusahaan-perusahaan tersebut menegaskan komitmen untuk meningkatkan keamanan pengguna muda di platform masing-masing. Mereka juga menyatakan telah menerapkan berbagai langkah mitigasi untuk melindungi remaja dari dampak negatif media sosial.
>>> Hakim Federal AS Batalkan Aturan Pajak Visa H1B Trump
Di sisi lain, pihak penggugat menyebut dana penyelesaian akan digunakan untuk dua tujuan utama.