Aksi vandalisme oleh orang tidak dikenal (OTK) menyebabkan lift di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tapal Kuda Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mengalami mati total.
Kerusakan ini terjadi akibat pemutusan jalur kabel kelistrikan pada Selasa (9/6/2026).
>>> Daftar Negara Juara Piala Dunia Terbanyak Sepanjang Sejarah
Insiden ini menjadi sorotan setelah rekaman video viral di media sosial menunjukkan seorang lansia kesulitan menaiki tangga manual JPO.
Petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Rudi, menjelaskan bahwa lift sempat berfungsi normal pada hari Senin (1/6), namun mati pada Selasa setelah ia memeriksa dan menemukan kabelnya putus karena dicuri.
"Awal mulanya lift masih normal. Kemarin normal lift.
Cuma pas waktu hari libur, hari Senin (1/6), kagak ada yang jaga, pas Selasa masuk, lift mati.
Pas saya cek ke bawah, ternyata kabelnya putus ada yang nyolong," ujar Rudi.
Terputusnya sistem kelistrikan membuat mesin penggerak lift tidak mendapatkan pasokan daya. Fasilitas ini dinonaktifkan demi keselamatan pengguna.
"Liftnya mati dikarenakan tidak bisa berfungsi, dikarenakan aliran listriknya nggak ada," kata Rudi.
>>> Lift JPO Lenteng Agung Lumpuh Akibat Vandalisme, Akses Tangga Manual Jadi Pilihan
Pihak Dinas Bina Marga DKI Jakarta tengah berkoordinasi untuk segera melakukan perbaikan teknis setelah mendapat persetujuan dari otoritas yang berwenang.
"Insyaallah secepatnya mungkin udah diini (diperbaiki), lagi diproses," ungkap Rudi.
Perbaikan sistem kelistrikan tersebut masih menunggu instruksi lanjutan dari jajaran manajemen dinas.
"Tinggal nunggu instruksi dari kantor lagi. Dari pimpinan kita," sambung Rudi.
Kondisi tangga JPO yang sepi membuat lansia dalam video viral terpaksa merayap perlahan tanpa bantuan.
Melalui akun Instagram @binamargadki, Bina Marga DKI mengonfirmasi gangguan operasional lift JPO Lenteng Agung akibat vandalisme.
>>> PGN dan Pertagas Operasikan Metering System Pipa Gas CISEM II
"Saat ini lift JPO Lenteng Agung tidak dapat beroperasi sementara akibat kerusakan pada sistem kelistrikan yang disebabkan oleh tindakan vandalisme," demikian keterangan Bina Marga DKI.