Lapas Kelas II A Warungkiara di Sukabumi, Jawa Barat, mengoptimalkan peran warga binaan di sektor agrobisnis.
Sebanyak 12 narapidana dipercaya mengelola perkebunan dan peternakan di lahan seluas 10 hektar.
>>> BRIN Deteksi Sinyal Awal Upwelling Musim Timur 2026 di Perairan Selatan
Program ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian di lembaga pemasyarakatan. Kawasan lapas mengintegrasikan berbagai tanaman pangan dan sayuran.
Komoditas yang dibudidayakan meliputi pisang, kangkung, cabai, melon, anggur, pepaya, nanas, pakcoy, terong bulat, terong ungu, cabai rawit, cabai hijau, seledri, daun bawang, kacang panjang, dan timun.
Selain itu, dinding teralis lapas dimanfaatkan sebagai kebun gantung untuk menanam caisim.
Lahan pertanian tersebar di beberapa titik, seperti di depan dekat pintu masuk dan area belakang lapas. Warga binaan rutin merawat tanaman pada sore hari.
Kalapas Warungkiara Panji Pamekas menyatakan hasil panen diprioritaskan untuk kebutuhan internal. Sebagian dialokasikan untuk konsumsi warga binaan.
"Untuk hasil yang kita dapat dari hasil yang ada di Lapas Warungkiara ini Alhamdulillah bisa mencukupi karena program pemerintah juga dalam hal ini Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan adalah 5% untuk masuk ke Bama.
Jadi kita coba untuk masukkan dan kita kelola, hasilnya bisa dinikmati oleh warga binaan yang ada di Lapas Kelas II Warungkiara," kata Panji.
Selain kebutuhan internal, hasil pertanian juga dijual ke pasar. Lapas bekerja sama dengan pengepul untuk mendistribusikan ke Pasar Induk Bandung dan Pasar Induk Tangerang.
>>> Daftar Harga HP Vivo Terbaru Juni 2026, dari Rp1 Jutaan hingga Rp29 Juta
"Nah, hasil produksi yang dihasilkan dari perkebunan ini itu dijual ke pasar dan sudah ada apa namanya pengepulnya.
Jadi, hasil ini kita arahkan ke sana, dari sana nanti kita jual ke pasar. Dan dalam hal ini udah Pasar Induk Bandung, juga Pasar Induk Tangerang," jelasnya.
Pendapatan dari penjualan dikumpulkan sebagai tabungan untuk warga binaan. "Nah, dari hasil ini juga, mereka sudah jelas mendapatkan premi.
Dan premi ini kita tabungkan untuk nanti bekal dia ketika bebas," imbuh Panji.
Sektor peternakan juga menunjukkan perkembangan. Lapas mengelola program penggemukan sapi yang mencapai ratusan ekor.
Hewan ternak lain meliputi 10 ekor kambing, 400 ekor ayam petelur, 600 ekor ayam kampung, 40 ekor bebek, dan unggas mentok.
"Dan pertaniannya meliputi tanaman pisang. Untuk sayurannya, eh untuk buah-buahannya itu tanaman pisang, melon, anggur, pepaya, buah nanas.
>>> CF Monterrey Putus Kontrak Anthony Martial Lebih Cepat
Untuk lahan sayurannya: pakcoy, caisim, kangkung, terong bulet, terong ungu, cabai rawit, cabai hijau, seledri, daun bawang, eh apa namanya terong ungu, kacang panjang serta timun," tutur Panji.