Ketegangan di Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang pecah pada 28 Februari lalu berdampak langsung pada sektor pariwisata Dubai.
Kunjungan wisatawan asing menurun drastis, memaksa hotel-hotel mewah mengubah strategi.
>>> Piala Dunia 2026 Hadirkan Format Baru 48 Negara Peserta
Kawasan elit Palm Jumeirah, yang biasanya dipenuhi pelancong kelas atas, kini sepi. Banyak kamar hotel kosong hingga beberapa lantai terpaksa ditutup sementara.
Meski demikian, area kolam renang tetap ramai oleh pengunjung yang memanfaatkan harga lebih terjangkau.
Seorang ekspat asal Libanon yang sudah lima tahun tinggal di Dubai mengaku terkejut melihat situasi lengang di Palm Jumeirah.
"Kemewahan di Dubai kini terjangkau bagi penduduk setempat, sebelumnya hanya untuk orang kaya, orang yang sangat kaya," katanya.
Dubai biasanya menjadi salah satu destinasi paling populer dengan rata-rata 19,5 juta wisatawan per tahun.
Dari 827 hotel yang beroperasi, 173 di antaranya bintang lima dengan tingkat keterisian di atas 80 persen.
Gencatan senjata sempat disepakati pada 8 April, namun kunjungan internasional belum pulih. Industri perhotelan kini bertumpu pada pasar domestik.
Diskon Harga Hingga 50 Persen
General Manager Anantara The Palm Dubai Resort, Michael Robinson, mengatakan akomodasi mewah seperti vila di atas air dan laguna buatan kini dinikmati warga lokal dengan potongan harga sewa hingga 50 persen.
Kebijakan diskon ini mendongkrak tingkat hunian kamar hingga 70-90 persen pada akhir pekan. Namun, angka tersebut merosot ke 20-30 persen pada hari kerja.
>>> Imigrasi AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Asal Somalia
Robinson menilai pemotongan harga lebih aman secara finansial dibandingkan melakukan PHK terhadap staf.
Meski begitu, manajemen harus merumuskan strategi jangka panjang karena perbedaan pola menginap antara turis domestik dan internasional.
"Bisnis staycation Anda pada dasarnya hanya satu hingga dua malam dan itu saja. Sedangkan sebelumnya, pasar internasional mungkin datang selama satu minggu," kata Robinson.