Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memaksimalkan peran puluhan ribu kader Dasawisma di lingkungan permukiman warga. Langkah ini untuk mengedukasi masyarakat mengenai pola asuh anak di era teknologi.
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, dr. Dwi Oktavia, menilai metode sebaran informasi langsung lebih efektif.
>>> 8 Pemain Manchester City yang Berpotensi Hengkang Musim Panas Ini
Metode ini membantu memetakan tantangan orangtua seperti durasi layar dan tantrum anak.
"Para orangtua harus tahu bahwa mereka butuh untuk bisa mengelola medsos yang sehat," tutur Dwi.
Kesadaran awal dari dalam rumah tangga dipandang sebagai kunci utama. Orangtua diharapkan lebih terbuka menerima panduan mendampingi anak menggunakan internet secara bijak.
Peran Kader Dasawisma
Edukasi konvensional seperti seminar atau kelas daring dinilai tidak menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah mengerahkan relawan di tingkat RT dan RW.
"Kita se-DKI ada 76.000 kader Dasawisma," ungkap Dwi.
Keberadaan para kader sebagai anggota lingkungan setempat mendekatkan proses edukasi. Pembagian tugas dilakukan secara sistematis agar tidak ada keluarga yang terlewat dari penyuluhan.
>>> Harga BBM BP Naik per 10 Juni 2026, BP 92 dan BP Ultimate Melonjak
"Kader Dasawisma ini, setiap orang itu sudah mempunyai binaan 20 sampai 30 keluarga. Jadi ini enggak ada yang tumpang tindih pegangan keluarganya," jelas Dwi.
Alur distribusi informasi dirancang sederhana melalui pesan ringkas seputar pedoman gawai. Pesan dikirimkan rutin lewat aplikasi perpesanan WhatsApp agar tidak membebani relawan.
"Kader Dasawisma ini setiap minggu akan menerima broadcast dari Kantor Dinas PPAPP yang nanti beliau akan teruskan ke keluarga-keluarga binaannya," ucap Dwi.
Langkah penyiaran mingguan ini memastikan setiap rumah tangga mendapatkan tips praktis. Warga tidak perlu meluangkan waktu khusus untuk menghadiri acara secara luring.
Selain pesan berkala, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan wadah informasi terintegrasi. Wadah tersebut berupa pusat data bernama PUSPA bagi warga yang membutuhkan materi literasi digital komprehensif.
>>> CNN Rilis Enam Negara Kandidat Kuat Juara Piala Dunia 2026
"Kami punya platform namanya PUSPA, berisi informasi penting buat orangtua tentang bagaimana mereka bisa antara lain menggunakan platform digital yang sehat buat anaknya," pungkas Dwi.
