Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tarif bus Transjabodetabek akan disesuaikan. Meski demikian, subsidi untuk masyarakat tetap berjalan.
Kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan besarnya biaya perawatan infrastruktur penunjang, termasuk halte di luar wilayah Jakarta.
>>> Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris Klarifikasi Isu Kasus Bea Cukai
Pramono menjelaskan bahwa penyesuaian telah dikomunikasikan dengan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Tri berharap subsidi transportasi massal tidak dihapus.
"Terus terang segera kami putuskan.
Tapi saya ingin meluruskan, karena sekarang ini bahkan kemarin Bapak Wali Kota Bekasi juga telepon ke saya secara pribadi, jangan sampai kemudian tidak disubsidi.
Nggak mungkin tidak disubsidi, pasti tetap akan disubsidi," kata Pramono.
Ia memberikan gambaran tarif rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini Rp 3.500. Menurutnya, angka itu sangat rendah dibandingkan moda lain.
"Koper juga bisa naik ke bus. Bahkan dibandingkan dengan Damri yang paling murah kan Rp 80 ribu, taksi rata-rata Rp 200 ribu.
Kalau kemudian Rp 3.500 untuk parkir di Soekarno-Hatta saja tidak cukup, maka yang begitulah akan ada penyesuaian," jelas Pramono.
Pihaknya memaparkan bahwa lonjakan nilai subsidi terjadi karena APBD Jakarta turut membiayai fasilitas publik di luar ibu kota.
"Memang sekarang ini kenapa subsidinya juga menjadi besar? Hampir semua halte yang bukan di wilayah Jakarta pun kita harus yang merawat.
>>> SPBU Pertamina Swasta Kompak Naikkan Harga BBM RON 92 dan 95
Itulah yang menjadi penyebab kemudian kenapa akan ada penyesuaian," ujar Pramono.
Formulasi tarif baru diklaim tetap menjaga minat masyarakat agar tidak beralih ke kendaraan pribadi.
"Tetapi prinsipnya, pasti saya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh tidak membuat orang kemudian beralih kepada kendaraan pribadi kembali," ucap Pramono.
Pemerintah daerah juga berkomitmen menambah armada untuk mendukung perubahan pola pergerakan komuter di wilayah aglomerasi.
"Bahkan transportasi umumnya akan kami tambah supaya habit atau behavior atau perilaku orang naik transportasi umumnya meningkat, dan itu yang akan kami lakukan," jelas Pramono.
Terkait peluang pembiayaan bersama dari pemerintah daerah penyangga, Pramono menyambut baik potensi tersebut.
"Ya, kalau ada yang mau ikut, apa, patungan istilahnya, patungan, ya saya alhamdulillah banget. Tetapi kan memang mereka merasa bahwa ini kan kebutuhan Jakarta.
Sebenarnya bukan kebutuhan Jakarta, ini kebutuhan bersama sebagai aglomerasi.
>>> Timnas Voli Putri Indonesia Kalahkan Hong Kong 3-0 di AVC Cup 2026
Tapi sekali lagi, saya tidak mau berdebat urusan ada atau tidak yang berkontribusi, tapi yang jelas bahwa persoalan transportasi Jakarta dan daerah pendukungnya ini atau penyangga ini kita tangani secara lebih baik," ujar Pramono.