Wuling Motors resmi memperluas pasar elektrifikasi di Indonesia dengan meluncurkan SUV baru bernama Eksion, tersedia dalam varian listrik murni dan plug-in hybrid.
Kehadiran Eksion berpotensi bersinggungan dengan Almaz yang berada di segmen serupa dengan selisih harga tipis.
>>> Iran Minta Izin FIFA untuk Pakai Ban Lengan Hitam di Piala Dunia 2026
Manajemen Wuling menegaskan bahwa Almaz tetap aman karena diposisikan untuk segmen mesin pembakaran internal (ICE).
Segmen ICE Masih Dominan
Brand Communication Senior Manager Wuling Brian Gomgom menyatakan varian mesin konvensional masih memiliki pangsa pasar besar di Indonesia.
"Masih ada, jadi sebenarnya di Darion dan Eksion ini hanya tersedia EV dan PHEV, sementara untuk ICE kami ada Cortez, Almaz, dan Alvez.
Kalau lihat data penjualan, segmen ICE ini juga masih besar," ujar Gomgom.
Ceruk pasar kendaraan ICE membuat Wuling optimistis Almaz tetap menjadi pilihan utama di kategori SUV konvensional.
"Ceruk (ICE) itu masih besar, EV itu hanya 18 persen, tetapi di luar itu masih dominan ICE.
>>> Ilmuwan Peringatkan Model AI Bisa Berbohong Demi Bertahan Hidup
Jadi lagi-lagi kami akan menghadirkan layanan dan produk yang sesuai dengan pasar Indonesia," kata Gomgom.
Strategi mempertahankan lini produk ICE dilakukan untuk mengakomodasi permintaan pasar domestik.
"Karena di Indonesia masih ada pasar ICE-nya, maka kami juga tetap menghadirkan produk line-up ICE yang sudah kami miliki," lanjutnya.
Wuling memilih mempertahankan model Almaz yang sudah beredar sambil memantau pergeseran tren konsumen.
"Peminatnya masih ada, jadi kami masih tetap meniagakan Almaz. Untuk konsumen, sebenarnya ICE sudah mulai bergeser.
>>> BI Gelar Operasi Pasar di Sumatera dan Jawa Tekan Inflasi Pangan
Jadi, EV berkembang di Jabodetabek dan kota-kota besar, sedangkan ICE bergeser ke kota-kota lain. Pasarnya masih ada dan kami juga masih menerima permintaannya," kata Gomgom.