Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tidak hanya memperbarui infrastruktur fisik sekolah.
Kebijakan ini juga memicu lonjakan minat calon peserta didik baru secara signifikan di sekolah-sekolah yang menerima bantuan.
>>> AI Mengubah Operasional Bisnis dan Strategi Pemasaran Digital
Dampak positif ini terlihat nyata di SDN Cimahpar 5 Kota Bogor dan SDN Leuwibatu 02 Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kedua lembaga pendidikan tersebut merupakan sekolah pionir yang menerima bantuan program revitalisasi.
Kedua lokasi ini sempat dikunjungi langsung oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti bersama Presiden Prabowo Subianto dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025.
Total anggaran bantuan untuk perbaikan kedua sekolah tersebut mencapai Rp 6 miliar.
Secara rinci, SDN Cimahpar 5 Kota Bogor memperoleh alokasi dana sebesar Rp 2,6 miliar.
Sementara itu, SDN Leuwibatu 02 Kabupaten Bogor mendapatkan kucuran dana senilai Rp 3,5 miliar.
Mantan Kepala Sekolah SDN Cimahpar 5 Kota Bogor menceritakan bahwa kondisi bangunan sekolah sebelumnya sangat memprihatinkan.
Proses belajar mengajar bahkan harus menggabungkan murid dari dua kelas berbeda di dalam satu ruangan dengan kondisi lantai pecah.
"Terus penyekat kelas juga udah goyang-goyang.
Apalagi yang di sana, atapnya udah bocor," cerita Titin ditemui di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/10/2026).
Perubahan besar terjadi setelah sekolah ditetapkan sebagai penerima manfaat program revitalisasi dan ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Peningkatan animo masyarakat langsung terlihat pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Pada pelaksanaan SPMB 2025, kuota siswa baru langsung terpenuhi hanya dalam waktu satu hari meskipun proses pembangunan gedung belum sepenuhnya selesai.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan tahun-tahun sebelumnya ketika sekolah tersebut sepi peminat dari warga lokal.
"Kita sampai pas masuk, udah mulai belajar aja kegiatan MPLS kita masih nerima gitu karena memang kurang kuota tersebut.
Tapi, ketika sudah ada presiden datang tahun 2025, satu hari aja kita udah terpenuhi kuotanya. Nah, itu udah dilirik orang tua," ceritanya.