⌂ Beranda News Timnas Indonesia U-19 Hadapi Kamboja di Perebutan Tempat Ketiga Piala AFF

Timnas Indonesia U-19 Hadapi Kamboja di Perebutan Tempat Ketiga Piala AFF

Timnas Indonesia U-19 Hadapi Kamboja di Perebutan Tempat Ketiga Piala AFF
Pemain Timnas Indonesia U-19 berhadapan dengan pemain Australia di lapangan sepak bola
A A Ukuran Teks16px

Namun, ia menekankan pentingnya efektivitas serangan balik untuk memaksimalkan setiap peluang yang didapatkan di depan gawang lawan.

"Nanti kita explorasi untuk mencari pemain lagi meningkatkan tim lagi agar bisa bersaing di tingkat yang lebih tinggi lagi," tutur Erick.

Pihak federasi berkomitmen untuk terus menyaring talenta-talenta muda potensial demi kedalaman skuad.

Evaluasi ini diharapkan mampu menutupi kelemahan yang terlihat pada pertandingan semifinal sebelumnya.

"Nanti kita tanya Coach Nova mungkin tambahan pemain diperlukan. Saya rasa defend (pertahanan) sudah baik.

Tinggal counter attack yang harus kita maksimalkan memanfaatkan peluang. Ada beberapa tadi sayang," pungkas Erick.

Evaluasi Pelatih dan Pengamat

Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Nova Arianto, melihat hasil pertandingan melawan Australia sebagai bahan evaluasi yang sangat berharga.

>>> Ana/Tiwi Lolos ke Final Australian Open 2026

Nova mengapresiasi konsistensi dan perkembangan performa yang ditunjukkan oleh anak asuhnya selama turnamen berlangsung di Sumatera Utara.

"Pertandingan yang luar biasa dan progres pemain terus meningkat.

Di level ini saya katakan kepada anak-anak jangan kehilangan fokus sedikit saja, tetapi ini pelajaran yang baik bagi pemain," kata Nova.

Pengamat sepak bola nasional, Kesit B Handoyo, turut memberikan analisis terkait performa Garuda Muda.

Menurut Kesit, tekanan tinggi yang dilancarkan oleh Australia sepanjang pertandingan membuat Indonesia kesulitan untuk mengembangkan strategi permainan dan membuka peluang.

"Bermain dalam tekanan Australia memang tidak mudah bagi Indonesia untuk memainkan strateginya sekaligus menciptakan banyak peluang," kata Kesit.

Kesit menilai tim Australia memiliki keunggulan dalam mengontrol ritme pertandingan selama 90 menit penuh.

Dalam menghadapi lawan dengan tingkat kedisiplinan tinggi seperti itu, tingkat konsentrasi dan stamina para pemain menjadi faktor yang sangat krusial.

"Menghadapi lawan seperti itu dibutuhkan fokus diisiplin tinggi, dan stamina kuat. Sedikit saja buat kesalaham bisa fatal," imbuh Kesit.

Kesit juga menambahkan bahwa kelengahan kecil di menit-menit akhir pertandingan menjadi pembeda hasil akhir.

Indonesia dinilai sudah bermain solid sebelum gol tunggal lawan tercipta akibat penurunan konsentrasi di fase akhir laga.

"Itulah yang dialami Indonesia, di saat bisa bertahan dari serangan-serangan lawan hingga menit-menit akhir pertandingan. Pada akhirnya sedikit kesalahan berbuah gol tinggal dari lawan," ujar Kesit.

Faktor kebugaran fisik juga disoroti sebagai aspek yang memengaruhi performa stamina pemain di lapangan.

Indonesia dinilai menguras energi lebih besar di fase grup dibandingkan Australia yang melewati jumlah pertandingan lebih sedikit.

"Fisik para pemain benar-benar terkuras kendati mampu bermain baik dan terus mencoba meladeni permainan lawan," kata Kesit.

Menurutnya, jadwal pertandingan di babak penyisihan Grup A yang dihadapi Indonesia tergolong lebih berat karena harus menghadapi tiga tim.

Kondisi ini berbeda dengan Australia yang berada di grup dengan jumlah laga yang relatif lebih ringan.

"Dibandingkan Australia, mereka bermain lebih sedikit di fase grup. Hanya dua laga relatuf lebih ringan, Kamboja dan Filipina.

>>> BMW Perkenalkan M Concept, Cetak Biru Desain Mobil Listrik Masa Depan

Sedangkan, Indonesia tiga laga dan terbilang lumayan berat, yakni Myanmar, Timor-Leste, Vietnam," pungkas Kesit.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru