⌂ Beranda News Prospek Perdamaian AS dan Iran Kembali Menguat, Draf Kesepakatan Disebut Sudah Tercapai

Prospek Perdamaian AS dan Iran Kembali Menguat, Draf Kesepakatan Disebut Sudah Tercapai

Prospek Perdamaian AS dan Iran Kembali Menguat, Draf Kesepakatan Disebut Sudah Tercapai
Bendera Amerika Serikat dan Iran bersebelahan
A A Ukuran Teks16px

Prospek perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menguat setelah serangkaian pernyataan dari kedua pihak menunjukkan kemajuan signifikan dalam negosiasi yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Sejumlah pejabat menyebut kesepakatan yang tengah dibahas kini berada pada tahap paling dekat menuju penyelesaian.

>>> Polisi Tangkap Pasutri di Pelalawan yang Eksploitasi Anak Jadi Pengemis

Perkembangan tersebut memunculkan harapan baru bagi berakhirnya konflik yang memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.

Draf Kesepakatan Damai Disebut Sudah Disepakati

Sinyal kuat menuju perdamaian muncul setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa draf akhir kesepakatan damai antara AS dan Iran telah tercapai.

Pakistan yang berperan sebagai mediator disebut tengah bekerja sama dengan kedua pihak untuk menyelesaikan tahapan berikutnya.

"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa teks akhir kesepakatan damai yang telah disepakati telah tercapai dan Pakistan sekarang bekerja sama erat dengan kedua pihak untuk menyelesaikan langkah selanjutnya," tulis Sharif melalui akun X, dilansir AFP, Sabtu (13/6/2026).

Ia juga menegaskan optimisme dengan menyatakan, "Perdamaian tidak pernah sedekat sekarang."

Kesepakatan Mencakup Program Nuklir Iran

Dari pihak Washington, Gedung Putih menyebut Iran telah menyetujui kesepakatan berbasis kinerja yang mensyaratkan sejumlah langkah konkret sebelum memperoleh keringanan sanksi.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan material nuklir Iran akan dihancurkan dan dipindahkan, sementara program nuklir negara tersebut akan dibongkar.

"Tidak ada uang mereka yang akan dilepaskan sampai mereka memenuhi kewajibannya," kata pejabat tersebut, dilansir Anadolu Agency, Sabtu (13/6/2026).

Pejabat itu juga menyebut Selat Hormuz akan tetap terbuka dan Iran akan setuju menghentikan pendanaan terhadap "kelompok teroris".

Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima dana apa pun hanya karena menandatangani kesepakatan atau menghadiri pertemuan.

Iran Masih Menjalani Peninjauan Internal

Di Teheran, pemerintah Iran menyatakan sebagian besar isu dalam negosiasi telah mencapai titik temu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyebut proses saat ini memasuki tahap akhir peninjauan internal.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru