⌂ Beranda News Polisi Tangkap Pasutri di Pelalawan yang Eksploitasi Anak Jadi Pengemis

Polisi Tangkap Pasutri di Pelalawan yang Eksploitasi Anak Jadi Pengemis

Polisi Tangkap Pasutri di Pelalawan yang Eksploitasi Anak Jadi Pengemis
Polisi menangkap pasangan suami istri yang mengeksploitasi anak di Pelalawan
A A Ukuran Teks16px

Sepasang suami istri berinisial MM (46) dan SM (32) ditangkap aparat Kepolisian Sektor Pangkalan Kerinci di Kabupaten Pelalawan, Riau.

Mereka diduga mengeksploitasi anak dan cucu mereka untuk menjadi pengemis manusia silver.

>>> IHSG Diprediksi Menguat Pekan Depan Didukung Aliran Dana Asing dan Rupiah

Aksi dugaan eksploitasi itu disertai ancaman dan kekerasan fisik. Hal itu dilakukan apabila para korban tidak mampu mencapai target setoran yang ditentukan.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai keributan yang melibatkan tiga anak di depan sebuah pusat perbelanjaan di Pangkalan Kerinci pada Jumat (12/6) malam.

Petugas yang dipimpin Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Shilton mendatangi lokasi.

Mereka menemukan tiga anak, yakni dua bocah laki-laki berinisial MH (11) dan RA (9) yang merupakan anak kandung pelaku, serta seorang bocah perempuan berinisial PW (9) yang merupakan cucu pelaku.

"Jadi cucunya itu yang cewek, PW (9) dia takut pulang, karena biasanya jika tidak mencapai target, korban dipukuli oleh neneknya," kata AKP Shilton dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

Penyelidikan di tempat kejadian menunjukkan adanya paksaan dari salah satu anak terhadap korban PW untuk segera kembali ke rumah.

>>> Bocah Korban Perundungan di Taman Kramat Alami Trauma Berat

Namun korban menolak karena takut mendapat sanksi fisik dari pelaku.

"Korban ini yang PW ditarik-tarik oleh RA untuk ikut pulang, PW ini nggak mau pulang karena takut. Katanya kalau pulang nanti dipukuli karena setorannya kurang," jelas AKP Shilton.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para korban diwajibkan mengumpulkan uang dalam jumlah tertentu setiap harinya dari hasil mengemis di jalanan.

"Jadi anak-anak ini disuruh nyetor sehari Rp 500 ribu, kalau nggak menyampai target mereka dipukuli," lanjut AKP Shilton.

Kedua pelaku saat ini telah diamankan di markas kepolisian setempat untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga tengah mendalami validasi status hubungan keluarga salah satu korban.

>>> Studi Ungkap Alasan Musik Mampu Menggugah Emosi Kuat Manusia

"Kami masih mendalami anak PW ini, karena tidak ada di dalam KK. Mereka mengakunya korban ini cucunya, tapi sedang kami dalami," jelas AKP Shilton.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru