⌂ Beranda News Asosiasi Ojol Nusantara Jambi Tegaskan Kemitraan Kemanusiaan dengan Polri

Asosiasi Ojol Nusantara Jambi Tegaskan Kemitraan Kemanusiaan dengan Polri

Asosiasi Ojol Nusantara Jambi Tegaskan Kemitraan Kemanusiaan dengan Polri
Pengemudi ojek online di Jambi berinteraksi dengan polisi lalu lintas
A A Ukuran Teks16px

Komunitas ojek online di Provinsi Jambi menegaskan bahwa kedekatan mereka dengan pihak kepolisian merupakan wujud kemitraan kemanusiaan.

Hal ini disampaikan oleh Penggagas Asosiasi Ojol Nusantara (AON) Jambi, Dianton, dalam keterangan tertulis pada Senin (8/6/2026).

>>> Pemerintah Resmi Naikkan Tunjangan Guru ASN dan Non-ASN

Pernyataan ini bertujuan meluruskan opini negatif masyarakat yang menilai miring hubungan para pengemudi dengan institusi Polri.

Menurut data yang dihimpun, terdapat hampir 22 ribu personel gabungan ojek online dan ojek pangkalan yang beroperasi di wilayah Jambi.

Para pekerja jalanan itu setiap hari menghadapi berbagai risiko, mulai dari kemacetan, kecelakaan, hingga tindakan kriminalitas. Kondisi di lapangan menuntut koordinasi yang cepat dan intensif dengan aparat kepolisian.

"Bagi jutaan pengemudi ojol di Indonesia, kedekatan dengan Polri bukanlah hubungan antara aparat dan informan, melainkan hubungan kemitraan yang lahir dari kebutuhan nyata di jalan raya," kata Dianton.

Apresiasi Program Polantas Menyapa

Dianton juga memberikan apresiasi terhadap program 'Polantas Menyapa dan Melayani' yang digagas Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho.

>>> Bosnia Tahan Imbang Kanada pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Wadah tersebut dinilai membuka ruang dialog yang baik bagi para pengemudi untuk menyampaikan aspirasi.

AON Jambi membantah anggapan yang mengaitkan kepedulian pengemudi di jalan dengan aktivitas mata-mata negara. Respons spontan pengemudi dalam membantu korban kecelakaan atau melaporkan kejahatan murni merupakan aksi sosial.

"Menjadi warga yang peduli terhadap lingkungan sekitar bukan berarti menjadi mata-mata negara.

Ketika seorang driver membantu korban kecelakaan, melaporkan kemacetan, atau memberikan informasi adanya tindak kejahatan yang dilihatnya secara langsung, itu adalah bentuk kepedulian sosial," tegas Dianton.

Hubungan baik yang terbangun dipastikan tidak akan mengikis independensi ojol sebagai pekerja mandiri. Kebebasan berserikat dan berorganisasi tetap melekat pada hak para pekerja.

>>> Timnas Indonesia U-19 Imbang 0-0 Lawan Kamboja di Babak Pertama

"Ojol tetaplah pekerja mandiri yang mencari nafkah untuk keluarga. Yang dibutuhkan bangsa ini bukanlah saling curiga, melainkan kolaborasi, kepedulian, dan semangat gotong royong," pungkas Dianton.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru