Penandatanganan Disebut Tinggal Menunggu Waktu
Araghchi menyebut penandatanganan nota kesepahaman kemungkinan dapat dilakukan dalam beberapa hari mendatang setelah seluruh tahapan negosiasi selesai.
Proses penandatanganan direncanakan dilakukan secara digital dan jarak jauh oleh masing-masing pihak.
"Segera setelah tahap akhir negosiasi kami selesai, perjanjian ini akan ditandatangani dan diumumkan," katanya dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah dilansir AFP, Sabtu (13/6/2026).
Sementara itu, Swiss telah menawarkan Jenewa sebagai lokasi penandatanganan resmi apabila kedua negara menyetujuinya.
Pemerintah Swiss menyatakan terus menjalin komunikasi erat dengan AS dan Iran untuk mendukung upaya penyelesaian konflik.
Meski optimisme terus menguat, Iran tetap mengingatkan adanya potensi hambatan terhadap proses tersebut.
Araghchi menuding pihak-pihak tertentu, terutama Israel, berupaya menggagalkan kesepakatan. Ketua Parlemen Iran Mohammad-Baqer Qalibaf juga memperingatkan AS agar mematuhi seluruh komitmen yang nantinya disepakati.
"Komitmen yang dibuat harus ditepati.
>>> Bocah Korban Perundungan di Taman Kramat Alami Trauma Berat
Tidak ada jika, tidak ada tetapi, tidak ada alasan," tegasnya dalam sebuah unggahan di media sosial X, seperti dilansir media Iran, Press TV, Sabtu (13/6/2026).