"Saat ini, kesepahaman telah tercapai pada sebagian besar isu, dan kami berada di tahap akhir peninjauan internal," kata Baghaei berbicara di televisi pemerintah, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, sejumlah lembaga terkait di Iran masih melakukan pembahasan untuk menentukan posisi akhir negara tersebut terhadap draf yang telah disusun.
Baghaei juga menolak mengonfirmasi berbagai laporan yang beredar mengenai isi kesepakatan dengan alasan detailnya baru akan diumumkan setelah proses finalisasi selesai.
Perang dan Ketegangan Regional Berpotensi Berakhir
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan bahwa Memorandum Kesepahaman Islamabad yang tengah disusun akan menjadi dasar pengakhiran konflik secara resmi di berbagai front.
"Berakhirnya perang akan diumumkan di semua front, termasuk Lebanon," kata Araghchi.
>>> IHSG Diprediksi Menguat Pekan Depan Didukung Aliran Dana Asing dan Rupiah
Ia menjelaskan bahwa dokumen tersebut juga memuat komitmen untuk tidak memulai perang, tidak mengancam penggunaan kekerasan, serta menghormati kedaulatan masing-masing negara.
Menurut Araghchi, untuk pertama kalinya dalam hampir lima dekade AS secara eksplisit menyatakan penghormatan terhadap kedaulatan Iran.
Setelah nota kesepahaman ditandatangani, kedua pihak akan memasuki fase kedua berupa negosiasi selama sekitar 60 hari untuk membahas isu yang lebih rinci seperti pencabutan sanksi, program nuklir, hingga rekonstruksi Iran.
Selat Hormuz dan Uranium Jadi Isu Penting
Selain penghentian konflik, pengelolaan Selat Hormuz menjadi salah satu poin utama dalam pembahasan.
Araghchi mengatakan pengaturan jalur pelayaran strategis tersebut akan mengalami perubahan sesuai kepentingan Iran dan Oman sebagai negara yang memiliki kedaulatan di wilayah tersebut.
"Selat Hormuz berada di bawah kedaulatan Iran dan Oman," ujarnya.
Di sisi lain, isu uranium yang diperkaya masih menjadi salah satu topik sensitif.
Iran menegaskan bahwa jika material tersebut harus ditangani, maka metode yang dapat diterima hanya melalui pengenceran di dalam wilayah Iran.
"Posisi kami selalu bahwa jika uranium yang diperkaya tingkat tinggi akan ditangani, satu-satunya metode yang dapat diterima adalah pengenceran di dalam Iran," kata Araghchi.