⌂ Beranda News Peternak Ayam Broiler Alami Kerugian Hingga Ratusan Juta Rupiah

Peternak Ayam Broiler Alami Kerugian Hingga Ratusan Juta Rupiah

Peternak Ayam Broiler Alami Kerugian Hingga Ratusan Juta Rupiah
Peternak ayam broiler di kandang
A A Ukuran Teks16px

Para peternak ayam pedaging atau broiler tengah menghadapi tekanan besar akibat merosotnya harga jual di tingkat kandang.

Kondisi ini memicu kerugian hingga ratusan juta rupiah bagi para pelaku usaha peternakan mandiri.

>>> Pemkot Bekasi Gelar Car Free Day Akhir Pekan Ini

Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengabarkan bahwa fluktuasi harga belum menunjukkan tanda perbaikan.

Nilai jual komoditas ini masih tertahan pada kisaran Rp 15.500 sampai Rp 16.000 per kilogram.

Padahal, Badan Pangan Nasional telah menetapkan Harga Acuan Pembelian di tingkat produsen sebesar Rp 25.000 per kilogram.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2024.

"Harga masih ke tahan Rp 15.500-16.000/kg. Belum bisa naik lagi.

(Kerugian) ratusan juta kalau yang punya populasi besar.

Tapi kalau populasi kecil masih puluhan karena per kg-nya masih rugi Rp 4.000," kata Peternak dari Permindo, Asep Saepudin, Sabtu (13/6/2026).

Pembengkakan kerugian dipicu oleh lonjakan ongkos produksi yang terjadi sepanjang tahun 2026.

Komponen pakan ternak merangkak naik secara signifikan hingga menyentuh angka Rp 8.800 sampai Rp 9.400 per kilogram.

Ketua Umum Permindo, Kusnan, mengutarakan bahwa beban peternak kian berat seiring tingginya harga bibit ayam.

Harga day old chick (DOC) untuk final stock saat ini masih bertahan di angka Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per ekor.

"Akibat kenaikan berbagai komponen biaya tersebut, Harga Pokok Produksi (HPP) broiler saat ini diperkirakan telah mencapai Rp 21.000-Rp 22.000/kg live bird.

Artinya, peternak rakyat saat ini menanggung kerugian sekitar Rp 5.000-Rp 7.000/kg live bird atau sekitar Rp 10.000-Rp 14.000 per ekor ayam panen berbobot 2 kilogram," terang dia.

Peternak Ajukan Tujuh Tuntutan ke Pemerintah

Guna mengatasi situasi ini, komunitas peternak mengajukan tujuh butir permohonan kepada pihak pemerintah.

>>> BAKTI Kominfo: Starlink Bukan Saingan, Justru Bantu Perluas Konektivitas

Langkah pertama yang didorong adalah pembukaan akses produk perunggasan secara masif di sektor ritel modern nasional.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru