PT Pertamina Patra Niaga memperkuat tata kelola pengadaan energi dengan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Langkah ini diambil untuk memastikan proses pengadaan minyak mentah, produk kilang, BBM, hingga LPG berjalan transparan dan akuntabel.
>>> Brasil Tahan Imbang Maroko 1-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Direktur Niaga PT Pertamina Patra Niaga Erwin Suryadi menyatakan bahwa penguatan tata kelola menjadi fondasi krusial demi menjaga keberlanjutan pasokan energi domestik.
Pertamina berkomitmen menjalankan seluruh proses bisnis secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
"Tugas kami adalah memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik, dan memastikan seluruh proses pengadaan dilaksanakan secara akuntabel, sesuai ketentuan.
Karena itu, Pertamina Patra Niaga terus bekerja keras bersama dengan dukungan berbagai aparat penegak hukum termasuk KPK dan Kejaksaan, untuk memperkuat tata kelola serta mendorong perbaikan dalam proses pengadaan energi," ujar Erwin.
Menurut Erwin, sistem pengadaan saat ini dituntut adaptif terhadap perubahan regulasi dan risiko hukum. Oleh karena itu, penyempurnaan prosedur terus dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga pengawas negara.
Komitmen ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan aparat penegak hukum dan akademisi.
>>> Brasil dan Maroko Berbagi Poin di Laga Pembuka Grup C Piala Dunia 2026
Kejaksaan Agung memberikan respons positif dan mengapresiasi keaktifan Pertamina Patra Niaga yang rutin meminta pendampingan hukum.
Direktur Pertimbangan Hukum Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung Irene Putri menyatakan kolaborasi ini merupakan langkah tepat untuk menjaga bisnis perusahaan tetap di koridor hukum.
Kepala Seksi Energi dan Sumber Daya Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Deny Alvianto juga mendukung keandalan pasokan energi.
KPK menilai langkah pelibatan institusi eksternal sebagai bentuk keseriusan korporasi dalam melakukan perbaikan tata kelola internal.
Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi KPK Dian Patria menilai keterbukaan perusahaan menunjukkan komitmen kuat untuk terus melakukan perbaikan.
>>> Vinicius Junior Targetkan Brasil Juara Piala Dunia dan Rahasiakan Strategi
Menurut Dian, upaya tersebut mencerminkan integritas Pertamina Patra Niaga dalam mengelola pengadaan energi nasional.
