Psikolog klinis dan pendiri Pusat Konsultasi Anastasia and Associate, Anastasia Sari Dewi, menjelaskan bahwa korban dalam kasus penipuan semacam ini sering kali tertarik oleh hal-hal yang menarik yang diperlihatkan oleh pelaku melalui media sosial.

Biasanya, hal-hal yang menarik ini sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

"Selain dari foto-foto yang menampilkan wajah, penampilan, pakaian, dan barang-barang mewah, mungkin juga ada gambar yang menunjukkan pelaku sedang berada di tempat-tempat mewah atau sedang melakukan hobi-hobi yang mahal seperti golf, diving, atau mungkin bahkan berada di dalam pesawat pribadi. Gambar-gambar ini mungkin saja bukan asli," jelasnya.

"Semua ini meningkatkan ketertarikan seseorang. Karena hal-hal yang jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari tiba-tiba muncul, dan ini membuat orang penasaran ingin mengenal pelaku secara lebih pribadi, seperti pekerjaan dan aktivitasnya. Ini bisa menjadi daya tarik awal bagi calon korban," tambah Sari.

Baca juga: Idaman MABA Gemas! Inilah 5 Universitas Terbaik di Provinsi Jawa Tengah, Kampus Kebanggan Semarang UNES Mala Tidak Masuk 3 Besar Kalah dengan Kampus Berusia Hampir 100 Tahun

×

Baca juga: BTTH S5 Ep 60 61 Sub Indo - Nonton Battle Through the Heavens Season 5 Episode 60 Subtitle Indonesia Streaming Legal Bukan Anichin Anixverse