⌂ Beranda News IHSG Menguat ke 6.007, Lonjakan Saham AMMN dan BBCA Jadi Penopang

IHSG Menguat ke 6.007, Lonjakan Saham AMMN dan BBCA Jadi Penopang

IHSG Menguat ke 6.007, Lonjakan Saham AMMN dan BBCA Jadi Penopang
Grafik IHSG menguat
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Jumat (12/6/2026) di zona positif, mencatatkan kenaikan sebesar 2,07 persen dan berlabuh di level 6.007,66.

Laju penguatan indeks kali ini disokong oleh lonjakan harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

>>> Ayyoub Bouaddi Jadi Incaran Klub Top Eropa Usai Debut Gemilang di Piala Dunia

Sebaliknya, pergerakan indeks tertahan oleh pelemahan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), dan PT MPRO Tbk (MPRO) yang menjadi pemberat.

Aktivitas investor asing menunjukkan aksi beli bersih senilai Rp 287,36 miliar di pasar reguler.

Sementara di seluruh pasar, catatan pembelian bersih investor asing mencapai Rp 287,77 miliar.

Sektor bahan baku memimpin penguatan sektoral sebesar 4,85 persen, sementara sektor kesehatan melemah paling dalam hingga 0,58 persen.

Sentimen positif juga berembus dari pasar saham Amerika Serikat, dengan indeks Dow Jones menguat 0,70 persen, S&P 500 naik 0,50 persen, dan Nasdaq bertambah 0,31 persen.

Investor saat ini mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan aliran dana asing ke pasar domestik.

Perhatian pasar juga tertuju pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18 Juni mendatang.

Keyakinan terhadap pasar finansial Indonesia tercermin dari reksa dana ETF EIDO yang menguat 1,82 persen dan indeks MSCI Indonesia yang naik sebesar 0,88 persen.

PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan penutup bermerek INACO, memulai tahapan penawaran awal atau book building pada 15 hingga 22 Juni 2026, dengan target pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026.

>>> Kebijakan Ekspor Tunggal DSI Ubah Strategi Pasar Komoditas Global

Perusahaan melepas sahamnya ke publik dengan rentang harga Rp900 sampai Rp1.120 per lembar, menargetkan penghimpunan dana maksimal sebesar Rp392 miliar.

Dana segar dari IPO tersebut akan dialokasikan untuk penyertaan modal di PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS) sebesar 51,04 persen, pengadaan mesin baru 18,36 persen, pelunasan utang jangka pendek 10,63 persen, dan kebutuhan modal kerja 19,97 persen.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru