⌂ Beranda News Permintaan Protein Whey Meroket, Produsen Kewalahan Penuhi Pasokan Global

Permintaan Protein Whey Meroket, Produsen Kewalahan Penuhi Pasokan Global

Permintaan Protein Whey Meroket, Produsen Kewalahan Penuhi Pasokan Global
Ilustrasi bubuk protein whey dan grafik permintaan global yang meningkat
A A Ukuran Teks16px

Permintaan global terhadap produk tinggi protein terus meningkat pesat, membuat industri susu kesulitan mengejar lonjakan kebutuhan pasar yang terjadi secara masif.

Atlet dan orang dewasa lanjut usia kerap mengonsumsi minuman protein yang dicampur konsentrat protein whey. Bahan baku hasil sampingan pembuatan keju ini dikeringkan menjadi bubuk untuk bahan suplemen.

>>> IPO SpaceX Pecahkan Rekor, Valuasi Lampaui PDB Indonesia

Kini penggunaan protein whey telah meluas ke berbagai produk makanan. Perusahaan makanan mulai menambahkannya ke sereal sarapan, keripik kentang, bagel, tortilla, hingga menu minuman Starbucks.

Rata-rata supermarket di Amerika Serikat kini memiliki 38.708 produk yang mencantumkan kandungan protein.

Namun, tren populer tersebut justru memicu persoalan baru. Kenaikan permintaan yang masif membuat pasokan protein whey grade pangan menipis.

Dampaknya, harga komoditas ini terdorong hingga mencapai level tertinggi. Permintaan sangat kuat dan tampaknya melampaui pasokan saat ini.

Harga Protein Whey Meroket

Harga grosir protein whey mulai naik pada 2024, dengan laju kenaikan semakin cepat pada tahun lalu dan terus berlanjut sepanjang tahun ini.

Konsentrat protein whey dengan kandungan protein 80 persen kini diperdagangkan lebih dari 13 dollar AS per pon di pasar komoditas susu Amerika Serikat.

Nilai tersebut melonjak hingga 250 persen dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, jenis isolat protein whey dengan kemurnian minimal 90 persen juga naik 150 persen dibandingkan tahun lalu.

Harga bubuk konsentrat protein whey di Amerika Serikat naik sekitar 15 persen dalam setahun terakhir. Lonjakan harga yang lebih tajam terjadi pada produk bubuk whey isolat versi premium.

Situasi serupa juga melanda wilayah Eropa.

Konsentrat protein whey 80 persen di Eropa mencapai rekor baru 26.450 euro atau 30.518 dollar AS per metrik ton pada akhir Mei.

Nilai ini naik lebih dari dua kali lipat dalam kurun waktu kurang dari setahun.

Kelangkaan ini dipengaruhi oleh dinamika produksi keju global. Susu memiliki dua kandungan protein utama, yaitu kasein dan whey.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru