Winger Timnas Brasil, Vinicius Junior, mengeluhkan kondisi cuaca panas dan lapangan di Amerika Serikat setelah timnya ditahan imbang Maroko 1-1 pada laga pertama Piala Dunia 2026.
Pertandingan berlangsung di Stadion New York, Minggu (14/6). Ismael Saibari membawa Maroko unggul lebih dulu pada menit ke-21.
>>> Polisi Tangkap Tiga Pelaku Tawuran Maut di Jalan Sholeh Iskandar Bogor
Brasil kemudian menyamakan kedudukan melalui gol Vinicius Junior pada menit ke-32. Meski terus berupaya mencetak gol kemenangan, skor imbang bertahan hingga akhir laga.
Vinicius tampil penuh dan membuat satu tembakan serta dua operan kunci. Namun, ia gagal melewati lawan dalam delapan percobaan dribel.
Kondisi lapangan yang kurang mendukung dinilai menjadi penyebab terhambatnya performa pemain Real Madrid tersebut. Vinicius mengungkapkan bahwa suhu udara yang tinggi membuat kualitas rumput stadion menurun dengan cepat.
"Karena panas, rumput akhirnya mengering sangat cepat dan permainan menjadi sangat terhambat.
>>> Lion Air Buka Penerbangan Langsung Banjarmasin-Kuala Lumpur Mulai 29 Juni 2026
Kami tidak bisa mendapatkan ritme permainan dan itu menyulitkan kami karena kami ingin bermain dan menggerakkan bola dari satu sisi ke sisi lain," kata Vinicius, dilansir dari ESPN.
Suhu udara di beberapa lokasi pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada musim panas di Amerika Serikat dilaporkan dapat mencapai 38 hingga 40 derajat Celcius.
Vinicius menegaskan bahwa timnya harus segera menyesuaikan diri dengan situasi lingkungan di sisa kompetisi. "Kami harus beradaptasi karena begitulah seluruh kompetisi akan berlangsung.
>>> Amir Ghalenoei Janjikan Performa Terbaik Iran Kontra Selandia Baru
Semua orang akan memiliki lapangan yang sama untuk bermain," ujarnya.