⌂ Beranda News Gibran Rakabuming Terima Langsung Aspirasi Mahasiswa di Istana Wapres

Gibran Rakabuming Terima Langsung Aspirasi Mahasiswa di Istana Wapres

Gibran Rakabuming Terima Langsung Aspirasi Mahasiswa di Istana Wapres
Gibran Rakabuming menerima aspirasi mahasiswa
A A Ukuran Teks16px

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara langsung menemui perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin (15/6/2026).

Pertemuan berlangsung di Istana Wakil Presiden. Gibran menyambut baik aspirasi yang disampaikan para demonstran.

>>> Spanyol dan Uruguay Mulai Petualangan di Grup H Piala Dunia 2026

Koordinator Aksi Mahasiswa, Abdi Maludin, mengatakan bahwa seluruh poin tuntutan dicatat oleh Gibran dalam sebuah buku kecil.

"Dia akan catat hasil dari tuntutan-tuntutan kami dengan buku kecilnya tadi, catat poin-poinnya yang harus Bapak Wapres itu ke depannya untuk memperbaiki dan mengevaluasi segala bentuk yang janggal di negara hari ini," ujar Abdi.

Aspirasi yang disampaikan mencakup keresahan skala daerah maupun nasional. Tuntutan terbagi dalam beberapa klaster, termasuk fiskal, kedaulatan pangan, hukum, serta krisis moneter dan energi.

Pada klaster fiskal dan pendidikan, mahasiswa menuntut pembekuan sementara program MBG dan audit transparansi kebijakan deputi kedaulatan pangan.

>>> Megawati Tegaskan Hubungan Baik dengan Prabowo, Bantah Isu Adu Domba

Mereka juga meminta efisiensi anggaran dialihkan untuk subsidi biaya operasional pendidikan tinggi demi mewujudkan biaya kuliah yang terjangkau.

Di klaster hukum dan supremasi sipil, mahasiswa mendesak rekomendasi resmi ke DPR RI untuk melakukan legislative review terhadap Undang-Undang Polri yang baru disahkan.

Pada klaster krisis moneter dan energi, demonstran mendesak intervensi stabilitas rupiah oleh otoritas moneter pusat. Mereka juga menuntut pembatalan kenaikan harga BBM Pertamax.

>>> Gibran Rakabuming Raka Terima Langsung Aspirasi Mahasiswa di Jakarta

Abdi menambahkan, jika dalam 5x24 jam atau paling lambat Jumat, 19 Juli 2024 tuntutan tidak dipenuhi, mahasiswa akan menyatakan pihak pemerintah telah cacat legitimasi moral dan mengkhianati kesepakatan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru