Nilai aset kelolaan (AUM) dari dana pasif yang mengekor pada indeks MSCI ditaksir menembus angka 250 miliar dollar AS.
Pengaruh dari agenda penyesuaian FTSE diproyeksikan lebih minim karena keterbatasan jumlah institusi global pengoleksi saham Indonesia yang memakai indeks tersebut sebagai acuan utama.
Antisipasi Risiko Penurunan Status
Apabila evaluasi MSCI berakhir mengecewakan atau di luar ekspektasi, IHSG berisiko mengalami koreksi kembali menuju level 5.300.
Namun, sebagian besar dari tekanan tersebut diperkirakan sudah diantisipasi dan tercermin pada pergerakan indeks selama pekan lalu.
Ancaman capital outflow yang masif justru patut diwaspadai andai Indonesia mendapat rapor merah dari MSCI hingga berakibat pada penurunan kasta menjadi pasar perintis atau frontier market.
Nilai potensi dana asing yang keluar dari pasar saham dalam negeri pada skenario buruk tersebut diperkirakan mampu menyentuh Rp 200 triliun.
Gejolak hasil penilaian dari lembaga penyedia indeks global ini tidak hanya memengaruhi respons pemodal internasional, melainkan juga perilaku investor lokal.
>>> Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Promosikan Panda Bond ke Investor China
Kedua indeks ini jamak diaplikasikan sebagai fundamen portofolio produk reksadana indeks yang dikelola oleh perusahaan manajer investasi dalam negeri, memicu risiko aksi jual serentak.