⌂ Beranda News Perimenopause Bisa Mulai di Usia 35 Tahun, Kenali Gejalanya

Perimenopause Bisa Mulai di Usia 35 Tahun, Kenali Gejalanya

Perimenopause Bisa Mulai di Usia 35 Tahun, Kenali Gejalanya
Ilustrasi perempuan usia 35 tahun dengan gejala perimenopause
A A Ukuran Teks16px

Masa transisi menuju menopause atau perimenopause kini dapat dialami oleh perempuan pada usia yang lebih muda. Perubahan hormonal tersebut bahkan bisa dimulai sejak seseorang menginjak usia 35 tahun.

Kondisi ini menyebabkan banyak perempuan usia produktif mengalami fluktuasi fisik serta emosional yang kerap tidak disadari.

>>> Saifullah Yusuf Sebut Nasaruddin Umar Berpotensi Pimpin PBNU

Informasi tersebut disampaikan dalam rangkaian talkshow Ageless Festival di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan.

Founder We Pause and We Rise, Mia Lukmanto, menjelaskan bahwa jumlah perempuan di Indonesia yang memasuki fase pra-menopause diproyeksikan terus meningkat.

"Kami sempat cari survei, ada datanya bahwa 2030 ini akan ada 60 juta wanita Indonesia yang memasuki masa perimenopause," kata Mia pada Sabtu (13/6/2026).

Edukasi mengenai perimenopause menjadi sangat krusial agar masyarakat lebih siap menghadapi perubahan tubuh. Banyak perempuan masih keliru menganggap bahwa proses ini hanya terjadi saat usia lanjut.

"Masa perimenopause ini sebetulnya bisa dimulai dini, kalau sekarang bisa sejak usia 35 tahun," ujarnya. Fase transisi ini berlangsung selama beberapa tahun sebelum sistem reproduksi benar-benar berhenti.

Karena gejalanya mirip dengan masalah kesehatan lain atau kelelahan biasa, banyak perempuan terlambat menyadarinya. Keluhan yang dirasakan setiap individu selama perimenopause dan menopause sangat bervariasi.

Komunitas We Pause and We Rise mencatat adanya perbedaan pengalaman fluktuasi hormon pada setiap anggotanya. "Gejala-gejala itu tentunya tidak sama satu orang dengan yang lainnya.

Yang paling sering itu mood swing, hot flash, kebangun kalau tidur," ujar Mia.

Sensasi panas mendadak pada tubuh, perubahan suasana hati yang tiba-tiba, serta gangguan tidur menjadi keluhan utama.

Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup.

Selain indikasi umum tersebut, terdapat pula beberapa tanda tidak biasa yang ditemukan pada sejumlah perempuan.

"Tapi yang unik-unik juga ada, misalnya tiba-tiba bau badan, gatal-gatal atau kulitnya kering," ungkap dia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru