>>> Hamza Abdelkarim Pecahkan Rekor Piala Dunia dan Resmi Dikontrak Barcelona
Munculnya gejala unik ini membuktikan bahwa penurunan hormon reproduksi juga berdampak luas pada sistem metabolisme, kondisi kesehatan kulit, hingga kenyamanan tubuh secara menyeluruh.
Risiko Infeksi Organ Intim Memicu Menopause Dini
Dokter spesialis kandungan dan ginekologi sekaligus seksolog, dr. Boyke Dian Nugraha, Sp. OG, MARS, mengingatkan pentingnya memelihara kebersihan area sensitif.
Menurutnya, infeksi bakteri menjadi salah satu faktor pemicu percepatan menopause.
"Jadi kalau orang buang air kecil di tempat umum, kemudian membersihkan area intimnya dengan air yang tidak bersih, ternyata telah diteliti mengandung E.
coli," jelasnya. Paparan bakteri berulang yang menyebabkan masalah reproduksi seperti keputihan tidak boleh disepelekan.
Dampak jangka panjang dari kondisi medis ini dapat mengganggu organ reproduksi perempuan secara permanen.
"Banyaknya wanita-wanita yang mengalami infeksi keputihan dan sebagainya, kondisi itu bisa mengakibatkan menopause dini," kata dr. Boyke.
Fenomena bergesernya usia menopause menjadi lebih muda ini memerlukan perhatian serius dari kaum perempuan.
"Zaman dulu menopause itu di usia 55 tahun ke atas, sekarang bisa makin muda karena infeksi," ujarnya.
Langkah pencegahan dan penerapan gaya hidup sehat harus dimulai sedini mungkin tanpa harus menunggu munculnya gejala klinis. Penjagaan kondisi fisik di masa muda berfungsi sebagai investasi jangka panjang.
"Jaga kesehatan organ intim. Saya selalu imbau untuk jaga tubuhmu, pola hidup sehat.
>>> Evakuasi Massal Pasien dan Warga Warnai Pascagempa Magnitudo 6,7 di Palu
Hidup sehat sekarang di masa muda untuk tabungan di masa tua," sarannya.