Serangan militer Rusia menewaskan sedikitnya delapan warga sipil di tiga wilayah Ukraina. Peristiwa ini terjadi saat para pemimpin G7 sepakat meningkatkan sanksi terhadap Moskow.
Gubernur regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, menyatakan bahwa serangan drone Rusia menyasar sebuah mobil di wilayah tersebut.
>>> Crystal Palace Siap Lepas Jean-Philippe Mateta di Bursa Transfer Musim Panas
Akibatnya, seorang ibu berusia 87 tahun dan anak laki-lakinya yang berusia 51 tahun tewas.
Aparat penegak hukum masih berupaya mengidentifikasi korban ketiga di Dnipropetrovsk. Sementara itu, gempuran artileri Rusia di kota Sloviansk, wilayah Donetsk, merenggut tiga nyawa warga sipil.
Di wilayah selatan, serangan drone Rusia di Kherson mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Sebanyak 16 warga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
>>> Chelsea Targetkan Bek Crystal Palace Maxence Lacroix di Bursa Transfer
Trump Dorong Negosiasi, Zelensky Tawarkan Dialog dengan Putin
Eskalasi ini terjadi saat Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Trump mendorong penyelesaian konflik yang telah berlangsung sejak invasi 2022.
Trump menyatakan bahwa Rusia "harus membuat kesepakatan" untuk mengakhiri pertempuran. Menanggapi hal itu, Zelensky mengajukan tawaran untuk berdialog langsung dengan Vladimir Putin di Amerika Serikat.
Namun, Kremlin menyatakan belum menerima proposal resmi terkait rencana pertemuan tersebut. Sebelumnya, Putin menyebut bahwa ia "tidak melihat gunanya" bertemu Zelensky sampai kesepakatan perdamaian siap.
>>> Real Madrid Incar Bek Tambahan Setelah Amankan Empat Pemain Baru
Hingga saat ini, pertempuran masih melanda sebagian besar wilayah Ukraina. Konflik telah mengakibatkan ratusan ribu korban jiwa dari kalangan sipil maupun militer.