⌂ Beranda News Turki Siap Mediasi Konflik Rusia dan Ukraina

Turki Siap Mediasi Konflik Rusia dan Ukraina

Turki Siap Mediasi Konflik Rusia dan Ukraina
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Turki menyatakan kesiapan untuk bertindak sebagai penengah antara Rusia dan Ukraina guna menghentikan perang yang telah berlangsung selama empat tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan saat melakukan kunjungan resmi ke Rusia baru-baru ini.

>>> Prancis Tekuk Senegal 3-1, Mbappe Lampaui Rekor Gol Giroud

Kesiapan ini muncul di tengah keprihatinan mendalam Ankara atas meningkatnya serangan yang menyasar warga sipil Ukraina serta risiko perluasan wilayah konflik secara geografis.

Kekhawatiran Eskalasi

"Eskalasi baru-baru ini dalam perang Ukraina dan bahaya perluasan geografisnya merupakan sumber kekhawatiran serius," kata Fidan dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Fidan menilai eskalasi militer yang menyasar wilayah di belakang garis depan pertahanan telah mengganggu stabilitas wilayah sekitarnya.

Kondisi keamanan di jalur maritim strategis juga dianggap memerlukan tindakan penurunan ketegangan segera.

"Secara khusus, peningkatan serangan terhadap target di belakang garis depan dan serangan yang mengancam keselamatan navigasi di Laut Hitam berdampak pada kepentingan pihak ketiga.

Oleh karena itu, beberapa langkah deeskalasi diperlukan," tambahnya.

>>> Kylian Mbappe Cetak Dua Gol dan Pecahkan Rekor Piala Dunia

Pernyataan diplomatik Turki ini disampaikan tepat sehari setelah gelombang serangan rudal dan drone militer Rusia menewaskan 11 orang di berbagai wilayah Ukraina serta merusak sebuah katedral di pusat kota Kyiv.

Ukraina membalas tindakan tersebut dengan menyerang fasilitas kilang minyak di pinggiran Moskow guna memotong sumber pendapatan minyak yang mendanai operasi militer Rusia.

Hingga saat ini, Turki telah beberapa kali memfasilitasi pertemuan delegasi kedua negara yang bertikai, namun dialog-dialog tersebut belum menghasilkan terobosan perdamaian.

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin tetap mempertahankan tuntutan teritorial serta politik garis kerasnya, sekaligus menolak permintaan pertemuan tatap muka dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Sementara itu, sekutu Ukraina mengadakan pertemuan dalam KTT G7 di Prancis pada Selasa kemarin.

>>> Prancis Kalahkan Senegal 3-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Dalam forum tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak pemerintah Moskow untuk segera membuat kesepakatan guna mengakhiri konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II ini.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru