⌂ Beranda News Ahli Gizi: Kewajiban Sarapan Tergantung Gaya Hidup Masing-masing

Ahli Gizi: Kewajiban Sarapan Tergantung Gaya Hidup Masing-masing

Ahli Gizi: Kewajiban Sarapan Tergantung Gaya Hidup Masing-masing
Sarapan sehat dengan telur dan protein
A A Ukuran Teks16px

Kewajiban sarapan pagi tidak berlaku mutlak bagi semua orang.

Pakar diet Yulia Baltschun menegaskan bahwa kebutuhan makan pagi sangat bergantung pada gaya hidup dan rutinitas masing-masing individu.

>>> Harga Emas Pegadaian Stabil pada 17 Juni 2026

Hal itu disampaikan Yulia dalam sesi diskusi di Jakarta Selatan pada Minggu (14/6/2026). Tubuh manusia memiliki sistem penyimpanan kalori cadangan yang berfungsi menjaga stamina.

Karbohidrat disimpan menjadi glikogen di otot dan hati, sedangkan lemak ditempatkan pada sel-sel lemak. Gizi dari hari sebelumnya tetap bisa digunakan sebagai tenaga.

"Ada orang yang bisa berfungsi dengan baik menggunakan sarapan, dengan program sarapan. Ada yang bisa berfungsi dengan baik tanpa sarapan," papar Yulia.

Yulia menerapkan pola makan hibrida yang disesuaikan dengan intensitas aktivitas fisiknya. Menu sarapan lengkap baru dikonsumsi ketika jadwal kegiatannya sangat padat.

"Kalau misalkan heavy activity aku berat banget, kadang badan sudah memberikan signal bahwa pagi itu aku perlu makro-mikronutrien yang komplit," ungkap Yulia.

Kegagalan memenuhi sinyal kebutuhan nutrisi dapat mengganggu program olahraga intensif. Penurunan stamina drastis berisiko terjadi jika asupan nutrisi tidak terpenuhi.

"Jadi kalau cuma hanya dikasih protein shake, kurang kerasa dari segi stamina. Semuanya drop.

Dan kalau dipaksain angkat beban udah pasti melempem," tambah Yulia.

Pada hari dengan aktivitas normal, Yulia cukup mengonsumsi protein shake dan sedikit buah. Kecukupan gizi pada malam hari menjadi kunci agar energi cadangan siap digunakan.

"Tapi kalau dari malamnya udah kurang gizi, besok paginya Hyrox misalkan, nah itu di situ risiko muscle loss-nya naik," terang Yulia.

>>> América-MG Kejutkan Fortaleza dengan Kemenangan 2-0 di Kandang

Kondisi asupan makanan pada hari sebelumnya serta jenis program yang dijalani menjadi penentu utama kewajiban sarapan pagi.

"Balitik lagi tergantung gimana satu hari sebelumnya, dan programnya seperti apa, dan orang ini berfungsi baiknya dengan program yang gimana," ucap Yulia.

Pendekatan melewatkan sarapan juga diterapkan oleh Co-founder Technogym Indonesia, Arya Setiadharma, melalui metode One Meal A Day (OMAD).

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru