⌂ Beranda News PT Provident Investasi Bersama Tbk Himpun Obligasi Rp2,3 Triliun untuk Refinancing

PT Provident Investasi Bersama Tbk Himpun Obligasi Rp2,3 Triliun untuk Refinancing

PT Provident Investasi Bersama Tbk Himpun Obligasi Rp2,3 Triliun untuk Refinancing
Rapat Umum Pemegang Saham PT Provident Investasi Bersama Tbk
A A Ukuran Teks16px

PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) berhasil menghimpun dana sekitar Rp2,3 triliun dari penerbitan sejumlah obligasi sejak tahun 2025 hingga awal 2026.

Langkah strategis ini dilakukan perusahaan untuk melakukan pembiayaan kembali atau refinancing atas utang yang ada saat ini.

>>> IHSG Tertekan Jual Investor Pasif Jelang Pengumuman MSCI Akhir Juni

Penggunaan dana hasil penerbitan surat utang tersebut diungkapkan manajemen perseroan dalam acara Public Expose setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Rabu (17/6/2026).

Strategi korporasi ini berjalan beriringan dengan pemanfaatan fasilitas kredit perbankan yang telah dimiliki perusahaan.

Obligasi sebagai Pilar Pendanaan

Direktur PALM Ellen Kartika menjelaskan bahwa instrumen obligasi menjadi salah satu pilar pendanaan penting bagi perseroan.

"Jadi dari tiga obligasi tersebut yang telah terhimpun, dananya sekitar Rp2,3 triliun dan itu sebagian besar kita pakai untuk refinancing utang yang ada," ujar Ellen Kartika.

Penerbitan surat utang secara berkala dipastikan bukan merupakan upaya untuk menumpuk utang baru secara agresif.

Penambahan instrumen dilakukan secara terukur sebagai strategi penyelarasan pendanaan.

"Jadi penjelasan atas kenapa kita sering menerbitkan obligasi di market, karena itu memang salah satu strategi pendanaan dari perusahaan yang kita pakai sejalan dengan fasilitas bank yang kita miliki juga," kata Ellen Kartika.

Eksekusi masuk ke pasar surat utang selalu disesuaikan dengan momentum pasar yang dinilai kondusif.

Evaluasi terhadap tingkat kupon yang kompetitif terus dilakukan demi menjaga efisiensi biaya dana.

"Jadi kalau misalnya market obligasinya lagi bagus, kuponnya lagi kompetitif, kita masuk dan bisa menangkap kesempatan tersebut.

Menurut kita dengan adanya fleksibilitas dalam pendanaan ini bisa memberikan manfaat yang terbaik buat perusahaan," ujar Ellen Kartika.

Rincian Penerbitan Obligasi

Data pemaparan perusahaan menunjukkan struktur penerbitan terdiri dari Obligasi Berkelanjutan II Tahap V Tahun 2025 pada 26 Agustus 2025 senilai Rp420 miliar.

>>> Firdaus Oiwobo Laporkan Mantan Ketua BEM UGM ke Polres Tangsel

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru