Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) untuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Rabu (17/6/2026).
Langkah ini diambil karena Kepri merupakan provinsi dengan pertumbuhan ekonomi sangat pesat, mencapai di atas 7 persen pada Triwulan I 2026.
>>> BXSea Oceanarium Luncurkan Eksibisi Kuda Laut Perut Besar untuk Edukasi dan Konservasi
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti memberikan perhatian khusus kepada wilayah ini.
Performa ekonominya berada di peringkat kelima tertinggi secara nasional dan melampaui pertumbuhan nasional yang sebesar 5,61 persen.
"Jadi Kepri adalah salah satu provinsi utama yang menjadi perhatian kami di pusat. Semoga Kepri harus menjadi juara dalam pelaksanaan sensus ekonomi 2026," kata Amalia dalam keterangan resmi.
Amalia menambahkan bahwa potensi luar biasa yang dimiliki provinsi berjuluk Permata Biru ini perlu terus diasah. Sensus ekonomi hadir untuk mengasah permata biru tersebut menjadi kemajuan bagi Kepri.
Keberhasilan SE2026 bertumpu pada cakupan menyeluruh dan akurasi data. Sensus sepuluh tahunan ini menjadi fondasi kebijakan ekonomi Indonesia untuk lima hingga sepuluh tahun mendatang.
"Kami berharap Kepri bisa menghadirkan hasil sensus ekonomi terbaik dibandingkan dengan provinsi lainnya," ucap Amalia.
Dua Fase Pelaksanaan SE2026
Pelaksanaan SE2026 berlangsung dalam dua fase. Pertama, pengisian kuesioner mandiri oleh usaha besar dan menengah pada 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.
Kedua, pencacahan pintu ke pintu pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Untuk menjamin kredibilitas, pergerakan petugas lapangan yang dilengkapi atribut resmi dan QR Code akan dipantau secara real-time lewat live tracking.
Hal ini didukung kampanye TIR serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri.
Pertumbuhan ekonomi Kepri saat ini menandai pemulihan total setelah sempat terkontraksi hingga minus 3,8 persen pada 2020 akibat pandemi Covid-19.
>>> Khofifah Terima Penghargaan KPK atas Keberhasilan E-Learning ASN Jatim
Terjadi pergeseran struktur ekonomi, seperti peningkatan kontribusi industri pengolahan menjadi 41,57 persen pada 2025.
Seluruh kabupaten dan kota di Kepri mencatat pertumbuhan positif pada triwulan I 2026.