Pemukim Israel melakukan aksi pembakaran dan vandalisme terhadap dua masjid di Tepi Barat pada Rabu (17/6/2026).
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya serangan terhadap komunitas Palestina sejak perang Gaza meletus pada 2023.
>>> Videografer Freelance Yogyakarta Pilih Tolak Tawaran Kerja BUMN Demi Berkembang
Serangan tersebut menyasar Desa Jijiliya di utara Ramallah dan Desa Mazari an-Nubani. Para pelaku melancarkan aksi pada dini hari dan meninggalkan coretan grafiti berbahasa Ibrani sebelum melarikan diri.
Kronologi Pembakaran
Kepala Desa Jijiliya, Osama Abdullah, mengungkapkan bahwa para pemukim membakar ruang wudhu dan merusak masjid utama desa. Mereka juga menulis slogan-slogan permusuhan di dinding luar.
Abdullah menjelaskan bahwa pelaku datang antara pukul 02.00 hingga 03.00 waktu setempat.
Karena pintu utama masjid terkunci, mereka mengalihkan sasaran dengan membakar ruang wudhu di lantai bawah.
Tim pertahanan sipil Palestina segera melakukan pemadaman api di Desa Jijiliya, dibantu oleh pemuda setempat dan daerah sekitarnya.
Di desa tetangga, serangan serupa terjadi hampir bersamaan. Pelaku menggunakan bom molotov untuk menyasar salah satu tempat ibadah sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
>>> Vardar vs KuPS di Kualifikasi Liga Champions, Ini Jadwalnya
Jurnalis AFP yang meninjau lokasi melaporkan langit-langit, dinding, dan lantai masjid menghitam akibat asap dan api.
Dinding juga dipenuhi grafiti bertuliskan "balas dendam" dan "Hai, dari The Hilltop Youth".
The Hilltop Youth adalah kelompok pemukim Israel di Tepi Barat yang kerap dituduh melakukan kekerasan untuk mengusir warga Palestina.
Respons Militer dan Kecaman Palestina
Militer Israel mengonfirmasi laporan pembakaran dan grafiti di masjid tersebut. Namun, mereka belum mengidentifikasi pelaku.
"Pasukan menggeledah area tersebut untuk mencari tersangka dan menemukan dua masjid yang terbakar, serta grafiti di dinding.
Para tersangka telah melarikan diri sebelum kedatangan pasukan," demikian pernyataan militer Israel.
>>> Citilink Bagikan Mainan Blind Box MINISO untuk Penumpang Anak-Anak
Otoritas Palestina mengecam keras serangan ini. Kementerian Urusan Agama Palestina menyebutnya sebagai "agresi berbahaya" dan mendesak komunitas internasional untuk turun tangan.