Banyak pemilik mobil menganggap kendaraan dengan jarak tempuh 100.000 kilometer masih aman selama tidak ada gejala kerusakan.
Namun, anggapan itu keliru karena sejumlah komponen vital mulai memerlukan perhatian lebih intensif.
>>> PLN Terapkan Pemadaman Bergilir di Bandung Raya dan Pandeglang Akibat Gangguan Pembangkit
Penurunan performa berpotensi terjadi pada mesin, kaki-kaki, hingga sistem pendukung lainnya.
Hadi Taruna, pemilik bengkel spesialis mobil Peugeot EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang Selatan, menyarankan pengecekan total untuk mendeteksi kerusakan sejak dini.
“Kalau mobil sudah masuk 100.000 km, sebaiknya dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Mulai dari mesin, rem, kopling, kaki-kaki, suspensi, AC, hingga transmisi,” ujar Hadi kepada Kompas.
com.
Ia menambahkan, permasalahan tiap mobil berbeda tergantung jenis dan karakter kendaraan. Penurunan fungsi komponen sering terjadi saat odometer menyentuh angka enam digit.
Pemeriksaan pada Sektor Mesin
Pada bagian mesin, sistem bahan bakar menjadi hal utama yang harus diteliti.
Langkah pencegahan meliputi pengetesan tekanan in-tank fuel pump serta pemeriksaan high-pressure fuel pump untuk mobil berteknologi injeksi tekanan tinggi.
Komponen mekanis penggerak seperti timing chain beserta perangkat pendukungnya juga wajib dipantau. “Cek dan lakukan pengujian tekanan in-tank fuel pump.
>>> Pengelola Batasi Akses Masuk GBK Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Periksa high-pressure fuel pump jika tersedia. Cek timing chain, timing chain damper, dan tensioner,” kata Hadi.
Selain itu, periksa kondisi seal seperti camshaft, cover valve, crankshaft, dan driveshaft untuk memastikan tidak ada kebocoran.
Lakukan pengecekan kompresi mesin, periksa seluruh soket sensor, dan cek kondisi drive belt.
Kondisi ruang bakar secara menyeluruh dapat diketahui melalui pengecekan kompresi mesin. Alat pemindai atau scanner digunakan untuk membaca data sensor yang tidak terdeteksi saat berkendara sehari-hari.
“Tak lupa periksa sistem AC dan lakukan pengecekan nilai parameter sensor menggunakan scanner,” ujar Hadi.
Kondisi Kaki-Kaki Mobil
Sektor kaki-kaki menjadi wilayah paling rawan mengalami penurunan kinerja pada mobil yang sudah menempuh 100.000 km.
Selain faktor usia pakai, penurunan ini dipicu oleh medan jalan, gaya mengemudi, bobot muatan, dan kedisiplinan perawatan rutin.
Gejala kerusakan yang kerap muncul adalah bushing karet suspensi yang mulai retak atau mengeras, sehingga memicu bunyi benturan saat melewati jalan rusak.
>>> Prodia Diagnostic Line IPO Bidik Dana Rp62,74 Miliar
Komponen kemudi seperti ball joint dan tie rod yang aus juga bisa menyebabkan setir tidak presisi, timbul getaran, hingga mobil cenderung membuang ke satu arah.