Para penggemar Apple harus bersiap merogoh kocek lebih dalam. Harga iPhone terbaru dilaporkan berpotensi naik drastis hingga hampir Rp 5 juta per unit.
Isyarat kenaikan ini disampaikan langsung oleh CEO Apple, Tim Cook. Ia menyebut lonjakan biaya komponen memori dan penyimpanan sebagai pemicu utama.
>>> Kemenhub Intensifkan Rampcheck Bus Jelang Libur Sekolah 2026
Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, Cook mengungkapkan bahwa Apple selama ini berusaha menahan kenaikan biaya produksi.
Namun, kondisi pasar saat ini dinilai sudah tidak memungkinkan lagi.
"Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meredam lonjakan biaya, tetapi situasinya sudah tidak berkelanjutan," kata Cook.
Meski demikian, Cook tidak merinci produk apa saja yang akan naik harga maupun kapan kebijakan itu mulai diterapkan.
Sejumlah analis memperkirakan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang diprediksi meluncur pada September mendatang bisa menjadi produk pertama yang mengalami penyesuaian harga.
Selain iPhone, perangkat lain seperti iPad dan Mac juga disebut berpotensi ikut terdampak.
Firma riset TechInsights memperkirakan Apple perlu menaikkan harga iPhone 18 Pro hingga sekitar 270 dollar AS agar margin keuntungan tetap terjaga.
Dengan kurs saat ini sekitar Rp 17.848 per dollar AS, kenaikan tersebut setara sekitar Rp 4,8 juta.
Laporan The Wall Street Journal menyebut Apple kemungkinan perlu menaikkan harga perangkatnya secara signifikan jika ingin mempertahankan angka keuntungan saat ini.
>>> Turki vs Paraguay: Laga Hidup Mati Grup D Piala Dunia 2026
Kondisi ini diperparah oleh kebutuhan Apple meningkatkan kapasitas RAM di perangkat generasi berikutnya untuk mendukung fitur AI baru.
Namun, Apple belum merinci nominal kenaikan harga produknya. Penyesuaian harga tampaknya baru akan terlihat pada September mendatang.
Dampak Ledakan AI di Industri Teknologi
Kenaikan biaya komponen terjadi di tengah melonjaknya permintaan chip memori dan penyimpanan untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan AI membutuhkan kapasitas memori sangat besar untuk melatih dan menjalankan model AI generatif.
Akibatnya, pasokan chip memori global menjadi semakin ketat. Cook mengaku kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi Apple.
"Pasokan semakin sedikit ketika konsumen tetap membutuhkan perangkat, sementara produsen memori meneruskan kenaikan harga yang sangat besar kepada kami," kata Cook.
Cook bahkan menyebut situasi saat ini sebagai sesuatu yang belum pernah ia temui selama lebih dari empat dekade berkarier di industri teknologi.
Apple bukan satu-satunya perusahaan yang terdampak.
>>> Timnas AS Siap Hadapi Australia di Laga Kedua Grup D Piala Dunia 2026
Beberapa vendor teknologi lain seperti Samsung, Microsoft, Sony, Dell, HP, Nintendo, hingga Valve juga mengakui adanya tekanan biaya akibat kenaikan harga chip memori dan penyimpanan.