Pemadaman listrik yang terjadi secara berkala di sejumlah daerah dilaporkan mengganggu proses pengisian daya baterai kendaraan listrik (EV) rumah tangga.
Gangguan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna karena menghambat suplai daya yang stabil.
>>> Kanada Pesta Gol ke Gawang Qatar 6-0, David Buktikan Ramalan Jesse Marsch
Kendala Pasokan Listrik Tidak Stabil
Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady, mengonfirmasi bahwa pasokan listrik yang tidak stabil menjadi kendala utama bagi pemilik EV.
Proses pengisian baterai secara otomatis akan terhenti ketika aliran listrik terputus dari sumbernya.
Kondisi paling menyulitkan terjadi saat pemadaman berlangsung mendadak di tengah siklus pengisian daya.
Pengguna terpaksa menunda aktivitas pengisian hingga sistem jaringan listrik kembali pulih sepenuhnya.
Meskipun mengganggu pengisian daya, kendala teknis dari luar ini tidak secara langsung merusak fungsionalitas penggerak kendaraan.
>>> Kanada Hancurkan Qatar 6-0, Ismael Kone Cedera Patah Kaki
Performa EV sendiri kemungkinan tidak terganggu, asalkan sisa daya baterai masih mencukupi untuk kebutuhan berkendara sehari-hari.
Namun, pemadaman yang berulang berpotensi mengikis umur pakai komponen penyimpan daya.
Setiap unit baterai memiliki batas siklus penggunaan antara 3.000 hingga 5.000 kali pengisian.
Konsekuensi utama dari ketidakstabilan pasokan listrik ini lebih berdampak pada kenyamanan mobilitas harian pemilik kendaraan listrik.
>>> Pegawai Honorer SD Rampok Kasir Perusahaan di Pelalawan, Uang Rp 76 Juta Dibawa Kabur
Fleksibilitas pengaturan jadwal pengisian daya di rumah menjadi berkurang seiring tingginya frekuensi pemadaman listrik.