⌂ Beranda News Itamar Ben Gvir Desak Lebanon Dibakar Usai Empat Tentara Israel Tewas

Itamar Ben Gvir Desak Lebanon Dibakar Usai Empat Tentara Israel Tewas

Itamar Ben Gvir Desak Lebanon Dibakar Usai Empat Tentara Israel Tewas
Rapat Kabinet Keamanan Israel membahas eskalasi militer terhadap Lebanon
A A Ukuran Teks16px

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mendesak agar seluruh wilayah Lebanon dibakar.

Desakan itu muncul setelah militer Israel mengumumkan tewasnya empat tentara di Lebanon selatan pada Jumat (19/6/2026).

>>> Jerman Hajar Curacao 7-1 di Laga Perdana Grup E Piala Dunia 2026

Pernyataan keras dari politisi garis keras itu disampaikan menyusul laporan otoritas Lebanon yang mencatat 18 korban jiwa akibat serangan udara Israel di bagian selatan.

Peristiwa ini menjadi yang paling mematikan sejak kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada April lalu.

Militer Israel mengonfirmasi Letnan Kolonel Dor Gedalia Ben Simhon gugur dalam pertempuran bersama tiga prajurit lain yang identitasnya masih dirahasiakan.

Selain itu, seorang perwira cadangan Israel terluka parah dan empat tentara lainnya mengalami luka ringan akibat serangan drone di Lebanon selatan.

Serangan Balasan dan Reaksi Internasional

"Dengan segala hormat kepada Amerika, Israel harus memperjelas kepada seluruh dunia bahwa darah putra-putra kami dan keamanan warga negara kami tidak dapat ditawar.

>>> Pantai Gading Tekuk Ekuador di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Seluruh Lebanon harus terbakar," kata Ben Gvir.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan udara intensif Israel sejak tengah malam hingga pagi hari menghambat proses evakuasi.

Serangan menyasar sedikitnya 10 desa dan kota di Lebanon selatan yang dituduh sebagai target milisi Hizbullah.

Hizbullah, kelompok militan yang didukung Iran, membalas dengan menyerang pasukan Israel di sekitar kota Nabatieh, Lebanon selatan.

>>> Yan Diomande Jadi Bintang Piala Dunia 2026 Usai Kuasai Lima Statistik

Eskalasi ini memicu kekecewaan dari pejabat Amerika Serikat, termasuk Presiden Donald Trump, karena pertempuran terus berlanjut di tengah proses negosiasi dengan Iran.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru