Kiper timnas Cape Verde, Vozinha, menjadi bintang saat timnya menahan imbang Spanyol tanpa gol pada laga Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Selasa (16/06/2026) dini hari WIB.
Pemain berusia 40 tahun yang membela klub kasta kedua Liga Portugal, Chavez, itu dinobatkan sebagai Player of The Match.
>>> Universitas Airlangga Umumkan Hasil Seleksi Mandiri UTBK Plus 2026
Hasil imbang 0-0 ini menjadi sorotan karena Cape Verde merupakan tim debutan yang menghadapi kekuatan besar Spanyol.
Ketangguhan lini pertahanan Cape Verde tercermin dari total tujuh penyelamatan yang dibukukan Vozinha.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, bahkan menurunkan Lamine Yamal yang belum sepenuhnya bugar demi memecah kebuntuan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Momen krusial terjadi pada menit ke-39 saat dua peluang emas Spanyol digagalkan berturut-turut.
Penyelamatan pertama dilakukan atas sundulan Ferran Torres yang menerima umpan Marc Cucurella, sebelum bola rebound yang disambar Mikel Oyarzabal kembali ditepis.
Atas performa tersebut, situs statistik Fotmob memberikan nilai sembilan untuk mantan pemain AS Trencin ini.
Kisah di Balik Nama Vozinha
Nama punggung unik sang kiper yang berarti 'Suara' diambil dari kisah masa kecilnya di pulau Sao Vicente.
Julukan tersebut melekat erat karena pengaruh pengasuhan masa mudanya di negara kepulauan tersebut.
>>> Garena Rilis Kode Redeem Free Fire MAX Juni 2026, Hadirkan Pembaruan OB54
"Julukan itu karena kakek-nenek saya," kata Vozinha saat diwawancara situs FIFA. Penjaga gawang veteran ini menceritakan bahwa situasi keluarga membuatnya harus tinggal bersama kakek dan neneknya sejak lahir.
"Saya tidak pernah tinggal bersama orang tua saya.
Ketika saya lahir, ayah saya sedang menjalani dinas militer dan ibu saya harus bekerja keras untuk mencari nafkah, jadi saya selalu dibesarkan oleh kakek-nenek saya," tambah Vozinha.
Karier profesional membawa sang pemain keluar dari tanah airnya menuju Angola untuk memperkuat klub Progresso.
Pengalaman berpindah klub tersebut memaksanya untuk mempertahankan nama panggilan masa kecilnya demi menghindari kesamaan identitas.
"Tidak ada seorang pun di Tanjung Verde yang mengenal saya sebagai Josimar, tetapi awalnya saya tidak menyukainya, saya menjadi gila," ungkap Vozinha.
Ia memutuskan tetap menggunakan nama panggilan masa kecilnya setelah mendapati adanya kesamaan nama dengan penjaga gawang lain di klub barunya.
>>> TNI AU Seleksi 32 Perwira Menengah untuk Atase Pertahanan Luar Negeri
"Ketika saya tiba di Angola, ada kiper lain bernama Josimar dan saya berkata saya tidak akan menulis Josimar II di jersey – jika semua orang mengenal saya sebagai Vozinha di Tanjung Verde, itulah saya," lanjut Vozinha.