Hasil imbang 1-1 melawan Kongo pada laga perdana Grup K Piala Dunia 2026 membuat sorotan tertuju pada Cristiano Ronaldo.
Megabintang Portugal itu bermain penuh 90 menit namun hanya mencatatkan 25 sentuhan bola dan tidak melepaskan tembakan berarti hingga menit ke-67.
>>> Lionel Messi Cetak Hattrick Tertua dalam Sejarah Piala Dunia
Tiga tembakan yang dilepaskan Ronaldo semuanya meleset dari sasaran. Ia juga tidak menciptakan satu pun peluang untuk rekan setimnya.
Peluang terbaiknya adalah tembakan melenceng di dekat tiang gawang setelah menerima umpan Francisco Conceicao, yang sebenarnya bisa lebih baik jika diberikan kepada Bruno Fernandes yang berada di posisi lebih menguntungkan.
Situasi ini bukan hal baru. Ronaldo sudah melewati masa kejayaannya di turnamen besar.
Dalam 10 laga terakhir di Piala Dunia atau Piala Eropa, ia tidak mencetak gol. Gol terakhirnya di turnamen terjadi saat melawan Ghana di Piala Dunia 2022.
Ia bahkan sempat dicadangkan di fase gugur oleh pelatih sebelumnya, Fernando Santos.
Spekulasi Menjadi Pemain Cadangan
Pelatih Roberto Martinez kini harus mengambil keputusan besar. Memarkir Ronaldo di bangku cadangan bukanlah langkah mudah, namun pernah dilakukan Santos pada Piala Dunia 2022.
>>> Uzbekistan Tantang Kolombia di Laga Perdana Grup K Piala Dunia 2026
Martinez selalu membela keputusannya membawa Ronaldo ke Piala Dunia 2026, tetapi dengan kontraknya yang akan berakhir setelah turnamen ini, ia mungkin lebih leluasa untuk mencadangkan sang bintang demi hasil terbaik tim.
Portugal akan menghadapi Uzbekistan di laga berikutnya. Kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Opsi Striker Alternatif Portugal
Portugal tidak memiliki banyak stok striker haus gol. Goncalo Ramos adalah satu-satunya penyerang nomor 9 murni lain yang dibawa Martinez.
Pemain 24 tahun itu dianggap calon bintang besar setelah mencetak gol lebih banyak dari Ronaldo di Piala Dunia lalu, namun sejak bergabung dengan Paris Saint-Germain pada 2023, ia lebih sering menjadi pelapis dan jarang bermain di Euro 2024.
Ramos bisa berkembang dalam sistem yang lebih cair, dengan rotasi posisi dan keterlibatan dalam membangun serangan, memberi ruang bagi pemain sayap dan gelandang untuk menusuk ke depan.
>>> Skotlandia Hadapi Maroko demi Jaga Peluang Lolos Grup Piala Dunia 2026
Portugal juga bisa menggunakan false nine seperti Bernardo Silva, Joao Felix, atau Rafael Leao.
