Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa Sesar Kendeng di Pulau Jawa berpotensi memicu gempa bumi hingga magnitudo 7.
Pernyataan ini menyusul informasi yang viral di media sosial.
>>> 10 Rekor Unik Piala Dunia yang Sulit Terpecahkan, dari Pele hingga El-Hadary
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, membenarkan potensi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Sesar Kendeng kini telah digabung dengan Sesar Baribisa dan Sesar Semarang menjadi Java Back-arc Thrust dalam Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) 2024.
"Magnitudo tertarget dalam Pusgen 2024 yang dimungkinkan terjadi sebagai skenario terburuk dari tiap segmen sesar aktif di segmen tersebut bervariasi magnitudo enam sampai tujuh," kata Ricko.
Masyarakat Diminta Tidak Panik
Ricko mengimbau masyarakat untuk merespons informasi ini secara bijak.
"Namun kita jangan menjadi panik dengan angka-angka tersebut, tapi marilah kita meningkatkan kapasitas kita dengan mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan setelah kejadian gempa bumi," ujarnya.
>>> Belgia Tahan Imbang Mesir dalam Laga Pembuka Grup G Piala Dunia 2026
BMKG juga mengingatkan bahwa gempa bumi belum bisa diprediksi secara presisi.
"Karena sekali lagi hingga kini gempa belum bisa diprediksi secara tepat kapan, di mana, dan berapa magnitudonya kalau gempa bumi tersebut belum terjadi," tambah Ricko.
Secara geografis, Sesar Kendeng membentang sepanjang kurang lebih 300 kilometer di bagian utara Pulau Jawa. Jalur ini melintasi dari selatan Semarang, Jawa Tengah, hingga ke wilayah Jawa Timur.
Struktur sesar ini terbagi menjadi enam segmen utama, yaitu Segmen Demak, Purwodadi, Cepu, Blumbang di Lamongan, Surabaya yang melewati jantung Kota Surabaya, serta Segmen Waru di Sidoarjo.
>>> TVRI Siarkan Gratis Seluruh Pertandingan Piala Dunia 2026
Seluruh segmen berada di bawah kawasan perkotaan dan kabupaten padat penduduk.