Australia dan Skotlandia sukses meraih kemenangan pada laga pembuka fase grup Piala Dunia 2026, Minggu (15/6).
Australia mengalahkan Turki dengan skor 2-0 di Grup D. Kekalahan ini membuat kecewa para pendukung Turki yang memadati layar raksasa di Distrik Kagithane, Istanbul.
>>> Prabowo Panggil Erick Thohir dan John Herdman ke Hambalang
Sementara itu, Skotlandia menundukkan Haiti dengan skor tipis 1-0. Tim debutan Tanjung Verde juga mengejutkan dengan menahan imbang Spanyol tanpa gol.
Strategi Bertahan yang Efektif
Ketiga tim tersebut dinilai menerapkan strategi bertahan yang solid. Pengamat sepak bola, Toni Ho, menilai efektivitas taktik ini patut diapresiasi.
"Saya kira cara apa pun halal dilakukan untuk meraih kemenangan. Tujuan main bola kan skor akhir, bukan permainan cantik," ujar Toni Ho.
Ia mencontohkan Spanyol yang bermain bagus namun gagal mencetak gol ke gawang Tanjung Verde. Menurutnya, hasil akhir lebih penting daripada gaya permainan.
>>> Sistem Penyiram Lapangan Mendadak Aktif Saat Timnas Prancis Latihan
Toni Ho juga membandingkan taktik Australia dengan yang diterapkan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.
"Taktik yang dipakai Toni Popovic persis seperti dilakukan Shin Tae-yong saat sukses melatih Timnas Indonesia. Anehnya, STY pakai compact defence dikritik habis di Indonesia.
Padahal, pelatih Australia juga menggunakan cara serupa," katanya.
Ia menambahkan bahwa pelatih dari ketiga negara tersebut sangat memahami strategi yang tepat untuk mengamankan poin. "Di tim manapun, pelatih paling tahu apa yang harus dilakukan.
>>> London Marathon 2027 Cetak Sejarah dengan Format Dua Hari
Pelatih yang benar itu tak harus memuaskan penonton dengan gaya main cantik. Toh kalau tim menang itu adalah kepuasan bagi pendukung tim tersebut," ucap Toni Ho.