⌂ Beranda News Jawa Tengah Dinilai Berpeluang Besar Jadi Wilayah Paling Kompetitif untuk Investasi Baru

Jawa Tengah Dinilai Berpeluang Besar Jadi Wilayah Paling Kompetitif untuk Investasi Baru

Jawa Tengah Dinilai Berpeluang Besar Jadi Wilayah Paling Kompetitif untuk Investasi Baru
Ilustrasi investasi di Jawa Tengah
A A Ukuran Teks16px

Jawa Tengah dinilai berpeluang besar menjadi wilayah paling kompetitif dalam menarik investasi baru. Sejumlah indikator menunjukkan daya saing terus menguat.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di beberapa daerah industri serta tingkat efisiensi investasi yang lebih baik dibandingkan rata-rata nasional menjadi modal utama.

>>> Frans Putros Siap Bela Irak di Piala Dunia 2026

Percepatan pembangunan infrastruktur logistik, penguatan pelabuhan, pengembangan dry port di Batang dan Kendal, serta integrasi kawasan industri dengan jaringan rantai pasok nasional dan global menjadi agenda prioritas.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Bob Azam menyebut hal ini diperlukan agar Jawa Tengah mampu menjadi pusat investasi dan logistik berskala internasional.

APINDO menegaskan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadikan daerah itu sebagai hub investasi, manufaktur, logistik, dan rantai pasok berkelas dunia.

"Jawa Tengah memiliki modal strategis yang kuat, mulai dari posisi geografis di jantung Pulau Jawa, ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif dan melimpah, kawasan industri yang terus berkembang, iklim investasi yang kondusif, hingga dukungan infrastruktur dan konektivitas yang semakin baik," kata Bob Azam dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).

Di tengah gelombang relokasi industri global akibat strategi China+1 dan meningkatnya biaya produksi di sejumlah negara tujuan investasi, Jawa Tengah dinilai berada pada posisi strategis untuk menangkap arus investasi baru.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik dukungan APINDO dan menegaskan komitmennya menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menghubungkan kekuatan industri Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Jawa Tengah memiliki keunggulan berupa kondisi sosial yang aman dan kondusif, biaya tenaga kerja yang kompetitif, dukungan SMK, vokasi, dan BLK yang semakin terhubung dengan kebutuhan industri, serta komitmen pemerintah daerah untuk mengawal regulasi, infrastruktur, dan kemudahan berusaha," sebut Lutfi.

>>> 5 Kemenangan Terbesar di Laga Pembuka Piala Dunia

Terkait logistik, ia menyampaikan bahwa revitalisasi pelabuhan telah diajukan kepada pemerintah pusat dan pengembangan Dry Port Batang telah memperoleh persetujuan sebagai bagian dari penguatan ekosistem investasi di Jawa Tengah.

Dewan Pakar APINDO Anton J.

Supit menambahkan, momentum percepatan investasi perlu didukung oleh penguatan akses pasar global, termasuk melalui penyelesaian dan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Hal ini berpotensi meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi dan basis ekspor.

Anton juga mengusulkan pembentukan tim kecil yang melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bappenas, dan APINDO untuk mengawal agenda-agenda strategis yang memerlukan dukungan pemerintah pusat.

Terutama terkait pengembangan pelabuhan, logistik, konektivitas kawasan industri, dan percepatan investasi prioritas.

>>> Federasi Tunisia Pecat Sabri Lamouchi Usai Kalah Telak dari Swedia

Diskusi dalam audiensi ini menyebutkan bahwa Jawa Tengah memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi pilot project nasional dalam percepatan investasi manufaktur.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru