⌂ Beranda News Jasindo Prediksi Bisnis Asuransi Kendaraan Bermotor Cerah Hingga 2026

Jasindo Prediksi Bisnis Asuransi Kendaraan Bermotor Cerah Hingga 2026

Jasindo Prediksi Bisnis Asuransi Kendaraan Bermotor Cerah Hingga 2026
Ilustrasi prospek cerah bisnis asuransi kendaraan bermotor
A A Ukuran Teks16px

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) memprediksi prospek bisnis asuransi kendaraan bermotor akan tetap cerah hingga akhir tahun 2026.

Optimisme ini didukung oleh pertumbuhan berkelanjutan industri otomotif nasional serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi aset.

>>> Brasil Tundukkan Haiti 3-0 di Piala Dunia 2026, Debut Manis Endrick

Pertumbuhan Premi Asuransi Kendaraan Bermotor

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp 5,39 triliun pada kuartal I-2026.

Angka ini tumbuh 2,9% secara tahunan dan menjadikan lini bisnis ini kontributor premi terbesar kedua bagi industri asuransi umum dengan pangsa pasar 17,3%.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, menyatakan bahwa peningkatan penjualan kendaraan dan aktivitas ekonomi berpotensi mendongkrak kebutuhan proteksi.

“Kami melihat peluang pertumbuhan asuransi kendaraan masih cukup terbuka hingga akhir tahun.

Hal ini didukung oleh tren positif industri otomotif nasional yang menunjukkan pertumbuhan pada tahun ini,” ujar Brellian.

>>> Ruben Onsu Keberatan Anak Terlibat Konten Sarwendah, Perjuangkan Hak Ayah

Meskipun realisasi premi asuransi kendaraan Jasindo hingga April 2026 sedikit di bawah periode yang sama tahun lalu, perusahaan melihat peluang perbaikan.

Hal tersebut didorong oleh pertumbuhan pasar otomotif, peningkatan aktivitas pembiayaan kendaraan, serta upaya Jasindo dalam memperkuat penetrasi pasar dan memperluas kerja sama bisnis.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil secara wholesales kuartal I-2026 mencapai 209.021 unit, naik 1,7% dari tahun sebelumnya.

Faktor lain yang memengaruhi kinerja bisnis ini meliputi perkembangan penjualan kendaraan baru, pertumbuhan kredit otomotif, daya beli masyarakat, persaingan tarif, dan preferensi konsumen.

>>> Brasil Rebut Kembali Takhta Tim Tersubur Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Untuk menjaga kinerja tetap optimal, Jasindo terus memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan, perusahaan pembiayaan, serta dealer kendaraan. Optimalisasi kanal digital juga dilakukan demi meningkatkan aksesibilitas dan layanan nasabah.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru