⌂ Beranda News PDIP Tegaskan Posisi Penyeimbang Bukan Sikap Abu-Abu

PDIP Tegaskan Posisi Penyeimbang Bukan Sikap Abu-Abu

PDIP Tegaskan Posisi Penyeimbang Bukan Sikap Abu-Abu
Logo PDIP
A A Ukuran Teks16px

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Said Abdullah menegaskan bahwa posisi partainya sebagai kekuatan penyeimbang dalam konstelasi politik nasional bukanlah sikap abu-abu.

Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada Sabtu (20/6/2026) untuk merespons sorotan dari partai koalisi pemerintah.

>>> Timnas AS Lolos ke 32 Besar Tanpa Christian Pulisic

Said menjelaskan bahwa langkah politik PDIP mengacu pada keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Ia menekankan bahwa partainya tidak bisa dibandingkan dengan negara barat yang menjalankan sistem oposisi.

Menurut penjelasan Ketua Umum PDIP yang disampaikan Said, partai akan memberikan dukungan penuh hingga tahun 2029 terhadap seluruh kebijakan pemerintah yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

Sebaliknya, PDIP berkomitmen memberikan pengingat dan kritik membangun jika ada program yang dinilai kurang berjalan baik.

Said menekankan bahwa PDIP berkomitmen menjaga kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berjalan baik hingga akhir masa jabatan sesuai konstitusi.

"Berbeda dengan pilihan jika mengambil sikap oposisi. Oposisi itu kehendak politiknya berlawanan total dengan pemerintahan berkuasa," ucap Said.

Ia menambahkan bahwa kubu oposisi cenderung fokus mencari kelemahan tata kelola pemerintahan demi keuntungan elektoral.

>>> Yann LeCun Sebut Perusahaan AI Elon Musk, xAI, Gagal Bersaing

Said mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memahami esensi pilihan politik PDIP dan mengapresiasinya sebagai bentuk kejujuran dari seorang kawan.

"Bapak Presiden sangat sadar bahwa tidak semua pujian itu baik. Melebih-lebihkan pujian ibarat teman malah bisa mengaburkan sikap objektivitas yang malah diperlukan oleh Bapak Presiden," kata Said.

Sebelumnya, desakan agar PDIP segera menentukan arah politik secara tegas disampaikan oleh perwakilan partai pendukung pemerintah.

Kritik tersebut mencuat setelah adanya laporan kehadiran kader PDIP dalam demonstrasi mahasiswa di ibu kota.

"Kalau memang ingin berada di luar pemerintahan, silakan. Tetapi jangan bersikap abu-abu.

Itu yang saya maksud," kata Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (19/6).

>>> Membedakan Nafkah Istri: Hak Dasar vs. Eksploitasi Finansial

Jazilul menekankan bahwa partai koalisi saat ini fokus bekerja keras merealisasikan target program kerja Presiden Prabowo.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru