⌂ Beranda News Laba Bersih GEMS Anjlok 29,45% di Kuartal I 2026

Laba Bersih GEMS Anjlok 29,45% di Kuartal I 2026

Laba Bersih GEMS Anjlok 29,45% di Kuartal I 2026
Ilustrasi tambang batubara PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
A A Ukuran Teks16px

Kinerja keuangan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengalami penurunan pada awal tahun ini, dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyusut 29,45% secara tahunan (yoy).

Hingga akhir kuartal I-2026, GEMS mencatat laba bersih sebesar US$ 79,90 juta, turun dari US$ 113,47 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> Tiket Konser Hari Ketiga BTS di Jakarta Ludes dalam 10 Menit

Penurunan keuntungan ini sejalan dengan kondisi operasional perusahaan.

Pendapatan usaha GEMS pada kuartal I-2026 mayoritas berasal dari luar negeri sebesar US$ 342,05 juta, sementara penjualan domestik tercatat US$ 240,54 juta.

Sebagian besar pendapatan usaha GEMS ditujukan kepada pihak ketiga senilai US$ 574,43 juta, dengan jumlah dari pihak berelasi sebesar US$ 8,17 juta.

Meskipun pendapatan menurun, GEMS berhasil menekan sejumlah pengeluaran.

Beban pokok penjualan berkurang 3,21% yoy menjadi US$ 386,03 juta, dan beban usaha terkikis 14,60% yoy menjadi US$ 89,36 juta.

Faktor Penyebab Penurunan Kinerja

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menjelaskan perlambatan kinerja GEMS disebabkan oleh dua faktor utama.

Faktor tersebut adalah koreksi harga batubara dari level puncak dan keterlambatan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi batubara.

>>> Chery E5 Diskon Jadi Rp340 Juta Selama Jakarta Fair 2026

Wafi menambahkan, perusahaan masih memiliki peluang memperbaiki performa pada paruh kedua tahun ini jika rencana kebijakan relaksasi RKAB produksi batubara terealisasi.

Jika RKAB disetujui penuh dan peningkatan produksi pada kuartal II-III berjalan lancar, target produksi dan penjualan sekitar 54 juta hingga 58 juta ton masih bisa tercapai.

Sebaliknya, keterlambatan relaksasi RKAB dapat membuat target produksi batubara GEMS meleset sekitar 10%-15%.

Sentimen lain yang berpotensi memengaruhi kinerja GEMS adalah perkembangan kebijakan ekspor sumber daya alam terpusat dan potensi revisi tarif royalti.

Pengamat Pasar Modal sekaligus Co-Founder AP Trading Insight Singapore, Kiswoyo Adi Joe, menyoroti dinamika harga batubara yang berpotensi memengaruhi kinerja GEMS secara signifikan pada 2026.

Harga sejumlah komoditas energi global mengalami tren pelemahan, termasuk minyak dunia seiring meredanya konflik geopolitik Timur Tengah. Hal ini bisa berdampak pada penurunan harga batubara.

Menghadapi situasi ini, GEMS perlu memperkuat efisiensi di segala lini usaha sambil mempertahankan kemampuan produksi.

>>> Timnas Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Kalah Dua Kali

Manajemen GEMS menargetkan produksi dan penjualan sekitar 54-58 juta ton batubara pada 2026. Kiswoyo merekomendasikan saham GEMS dengan target harga wajar Rp 7.500 per saham.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru