⌂ Beranda News Jerman Waspadai Fisik Pantai Gading di Laga Krusial Grup E Piala Dunia 2026

Jerman Waspadai Fisik Pantai Gading di Laga Krusial Grup E Piala Dunia 2026

Jerman Waspadai Fisik Pantai Gading di Laga Krusial Grup E Piala Dunia 2026
Pemain timnas Jerman dan Pantai Gading bertanding di Piala Dunia 2026
A A Ukuran Teks16px

Kimmich Puji Talenta Diomande

Bek kanan Jerman, Joshua Kimmich, turut memberikan pujian terhadap talenta Yan Diomande yang telah sering ia hadapi di kompetisi Bundesliga.

Kimmich menyamakan gaya bermain Diomande dengan mantan rekan setimnya di Bayern Muenchen.

"Leipzig memang mengalami beberapa masalah, tetapi dia tetap selalu bermain bagus secara konsisten dan menunjukkan penampilan yang sangat spektakuler," kata Kimmich.

Kimmich menilai kelincahan dan akselerasi Diomande membutuhkan tingkat fokus yang sangat tinggi dari lini belakang Jerman.

Ia mengingatkan rekan-rekannya untuk menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan agar tidak meninggalkan ruang kosong di area belakang.

"Gaya dribel start-stop-nya luar biasa, sedikit mirip dengan gaya Kingsley dulu saat masih bersama kami di Bayern.

Dia melaju dengan sangat cepat, membuat lawan kehilangan momentum, lalu kembali melaju dengan cepat," kata Kimmich.

Kombinasi kecepatan para pemain depan Pantai Gading diakui menjadi ujian berat pertama bagi lini pertahanan Jerman di turnamen ini.

"Melawan Pantai Gading, akan sangat penting bagi kami untuk memperhatikan pertahanan," kata Kimmich.

Pemain belakang Antonio RĂ¼diger bahkan mengibaratkan pergerakan penyerang lawan seperti kendaraan cepat.

RĂ¼diger menekankan bahwa kelengahan dalam mengantisipasi situasi satu lawan satu dapat berakibat fatal bagi tim.

Pertahanan yang disiplin menjadi kunci utama untuk meredam daya ledak tim Benua Afrika tersebut.

"Jika kamu harus bertahan 50 atau 60 meter di belakangmu dan tidak fokus, situasinya bisa menjadi tidak menyenangkan dalam persaingan kecepatan," kata Kimmich.

Di sisi lain, penyerang Pantai Gading Yan Diomande mengungkapkan motivasi emosionalnya dalam bertanding melalui sebuah tulisan di The Players' Tribune untuk mendiang adiknya, Roxane.

Diomande juga menceritakan adaptasi budayanya selama merumput di kompetisi sepak bola Jerman.

>>> Pelita Jaya Jakarta Targetkan Konsistensi di Game Kedua Final IBL

"Aku akan memastikan bahwa kamu tetap hidup," tulis Diomande.

Pemain berusia 19 tahun tersebut bertekad membuktikan kapasitasnya di panggung internasional demi menghormati mendiang saudaranya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru