⌂ Beranda News Titiek Soeharto Promosikan Produk Konveksi Narapidana Nusakambangan

Titiek Soeharto Promosikan Produk Konveksi Narapidana Nusakambangan

Titiek Soeharto Promosikan Produk Konveksi Narapidana Nusakambangan
Titiek Soeharto meninjau produk konveksi narapidana di Nusakambangan
A A Ukuran Teks16px

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, yang akrab disapa Titiek Soeharto, mempromosikan produk konveksi hasil karya narapidana di Balai Latihan Kerja Konveksi Nusakambangan pada Sabtu (20/6/2026).

Langkah ini diambil untuk mendukung program kemandirian warga binaan. Dalam kunjungannya, Titiek berdialog dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengenai hak-hak narapidana.

>>> Transmart Full Day Sale 21 Juni 2026: Diskon Mesin Cuci Sharp hingga Rp 2 Juta

"(Premi) buat mereka tabungan?" tanya Titiek.

Menteri Agus mengonfirmasi bahwa premi tersebut menjadi tabungan bagi warga binaan yang bekerja.

Titiek juga menanyakan soal hak remisi bagi narapidana yang aktif mengikuti pelatihan kerja. Menteri Agus membenarkan bahwa mereka mendapatkan tambahan remisi.

Ia berkeliling melihat proses produksi mulai dari menjahit, pembuatan pola, sablon, hingga pengemasan kaos seharga Rp 50.000 per lembar.

"Sini saya mau promosi. Sekarang saya meninjau BLK Nusakambangan yang untuk bikin garmen.

Ini bikinannya rapi-rapi, bagus.

Jadi yang mau pesan, satunya Rp 50 ribu tapi kasih untung dikit deh, Rp 60 ribu gitu," ucap Titiek.

Saat ini, BLK Konveksi Nusakambangan sedang menyelesaikan pesanan 2.500 helai kaos untuk Lapas Pekalongan. Titiek berharap instansi atau perusahaan lain turut memesan produk dari industri garmen ini.

Menteri Agus menanyakan pendapat Titiek mengenai kerapian hasil produksi. "Jahitannya rapi nggeh, Bu?"

>>> Tatanan Dunia Pasca Perang Dunia II Mendekati Akhir Usia

tanya Menteri Agus.

Titiek memberikan tanggapan positif dan menekankan pentingnya quality control. "Rapi.

Harus ada quality control. Kayanya ini sudah bagus, (jahitan bagian) dalamnya (baju) juga sudah rapih," tanggap Titiek.

Ia kembali berpesan agar para narapidana memprioritaskan kualitas dibandingkan kuantitas. "Jangan kejar hasil banyak, tapi nggak rapi.

Jangan kejar quantity, tapi hasilnya nggak maksimal," pungkas Titiek.

BLK Konveksi Nusakambangan didirikan di atas lahan seluas 1.480 meter persegi dengan 200 unit mesin jahit, overdeck, dan obras yang bermitra dengan PT Sentosa Garmindo Pratama.

Setiap narapidana yang terlibat mendapatkan premi sebesar Rp 1.500 untuk setiap potong baju yang berhasil diselesaikan.

Pembangunan BLK ini merupakan bagian dari program transformasi lahan tidur milik Kemenimipas.

>>> The Trans Luxury Hotel Surabaya Hadirkan Beach Club di Atas Gedung

Selain konveksi, kawasan Nusakambangan kini dikembangkan untuk berbagai pelatihan kerja lain seperti pengelolaan pupuk, budidaya ikan, workshop batako, hingga peternakan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru