Ginjal merupakan organ vital yang berperan menyaring racun dan mengatur keseimbangan cairan tubuh.
Banyak orang mengira gangguan ginjal hanya menyerang orang dewasa, padahal anak-anak juga berisiko mengalami komplikasi jangka panjang.
>>> Marco Bezzecchi Terancam di Puncak Klasemen MotoGP 2026
Menjaga kesehatan ginjal anak bisa dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari. Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi RS Pondok Indah, dr. Henny Adriani Puspitasari, Sp.
A. , Subsp.
Nefro. , memperkenalkan metode SAHABAT sebagai panduan praktis bagi orangtua.
Langkah-Langkah Metode SAHABAT
Huruf S dalam SAHABAT berarti 'Sediakan cairan yang cukup'. Anak-anak perlu minum air sesuai usia dan aktivitas fisik agar hidrasi terjaga.
dr. Henny mencontohkan, banyak anak yang fungsi ginjalnya membaik setelah asupan cairan ditingkatkan.
Huruf A pertama adalah 'Atur pola makan sehat dan rendah garam'. Garam tidak perlu dihilangkan sepenuhnya, tetapi dibatasi.
'Biasakan makan sehat, kontrol asupan garam.
Tidak harus tanpa garam, tapi rendah,' ujar dr. Henny dalam diskusi di RS Pondok Indah Group, Jakarta Pusat (19/06).
Huruf H adalah 'Hidup yang aktif setiap hari'. Gaya hidup aktif mencegah obesitas yang bisa memicu hipertensi dan penyakit ginjal.
>>> Belanda Waspadai Ketajaman Alexander Isak Jelang Lawan Swedia
'Screen time panjang berkorelasi dengan obesitas, yang akhirnya menyebabkan penyakit ginjal,' jelasnya. Orangtua didorong memotivasi anak berolahraga dan bermain di luar.
Huruf A kedua adalah 'Awasi tekanan darah dan gula darah'. Pemantauan rutin pada anak penting karena tekanan darah tinggi bisa menjadi awal penyakit ginjal.
'Perlu mengukur tekanan darah pada anak, bukan hanya dewasa,' kata dr. Henny.
Huruf B adalah 'Bijak menggunakan obat'. Orangtua dilarang memberikan obat, suplemen, atau jamu sembarangan tanpa rekomendasi medis karena dapat merusak ginjal.
Huruf A ketiga adalah 'Asap rokok harus dijauhkan'. Paparan asap rokok, baik langsung maupun pasif, harus dihindari karena memicu gangguan kesehatan kronis pada anak.
Huruf T adalah 'Tes fungsi ginjal secara berkala'.
Pemeriksaan rutin disarankan bagi anak dengan indikasi medis atau faktor risiko, seperti lahir prematur, berat badan lahir rendah, riwayat keluarga, kelainan bawaan saluran kemih, diabetes, hipertensi, lupus, obesitas, infeksi saluran kemih berulang, atau infeksi streptokokus.
dr. Henny menekankan bahwa anak dengan gangguan ginjal tetap harus didukung untuk bersekolah dan bermain agar kualitas hidup dan tumbuh kembangnya optimal.
>>> Menteri ESDM Minta PLN Mitigasi Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
'Kita selalu mendorong bahwa anak-anak ini harus hidup seperti anak normal walaupun menjalani cuci darah,' ungkapnya.