Gelandang Timnas Inggris, Declan Rice, mengaku optimistis dengan kemampuannya dalam mengeksekusi bola mati menjelang Piala Dunia 2026. Ia yakin bisa menciptakan assist dari setiap peluang tendangan sudut.
Rice meminta para pendukung The Three Lions bersiap menyaksikan kejutan dari skuad asuhan Thomas Tuchel pada turnamen akbar tersebut.
>>> NasDem Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo Subianto hingga Tuntas
Kemahiran pemain Arsenal ini dalam memanfaatkan situasi bola mati sudah terbukti menjadi strategi lini serang yang mematikan.
Keunggulan itu terlihat saat Inggris menang 4-2 atas Kroasia di pertandingan pembuka.
Gol pertama Harry Kane melalui penalti berawal dari pelanggaran terhadap Noni Madueke yang menyambut umpan silang Rice.
Gol kedua Kane juga lahir dari sundulan memanfaatkan sepak pojok akurat Rice.
Efektivitas taktik bola mati Rice tidak lepas dari latihan intensif bersama Arsenal.
Musim lalu, The Gunners mencetak 19 gol dari tendangan penjuru dan meraih gelar juara Liga Premier setelah 22 tahun.
Meski gaya pragmatis sempat dikritik, total 25 gol dari bola mati sepanjang musim tidak bisa dipungkiri. "Semua orang menikmatinya sekarang," kata Rice dikutip dari BBC Sport.
Peran Rice sebagai penendang utama di Arsenal dimulai sejak Januari 2024 setelah pemusatan latihan di Dubai.
Sejak itu, Arsenal menjadi tim yang sangat berbahaya saat mendapat peluang bola mati.
>>> Transmart Full Day Sale: Diskon Jutaan Rupiah untuk Kulkas Polytron Side by Side
"Saya tidak pernah mengambil tendangan sudut, tetapi pelatih bola mati Nico Jover dan manajer melihat sesuatu dalam diri saya," ujar Rice.
"Mereka bilang saya bisa mengirim bola ke area tertentu yang tidak bisa dilakukan orang lain selain Bukayo Saka."
Kepercayaan dari tim pelatih membentuk mentalitas kuat Rice.
"Setiap kali saya mengontrol bola untuk situasi bola mati, saya merasa akan memberikan assist atau menciptakan peluang berbahaya," katanya.
"Itu mentalitas yang bagus, dan para penggemar Inggris bisa merasa gembira."
Sentuhan Thomas Tuchel dan Taktik Bola Mati
Di Piala Dunia 2026, Rice menjadi eksekutor bola mati paling konsisten. Pelatih Thomas Tuchel berambisi mengadopsi intensitas Liga Premier ke tim nasional.
Sesi latihan taktik bola mati sudah dimulai sejak kedatangan Tuchel pada Januari 2025.
"Kami hanya punya sedikit waktu, tetapi kami telah menerapkan format ini sejak Thomas datang," kata Rice.
"Sebagian besar cara melatih tidak banyak berubah dalam hal pergerakan dan cara saya mengoper bola.
>>> MAN Jakarta Buka Jalur Tahfidz 2026, Kuota 7 Persen
Ini sudah berlangsung setahun, jadi para pemain tahu ke mana saya akan mengirimkan bola," jelasnya. "Ada rencana permainan, dan tugas saya mewujudkannya."