⌂ Beranda News PDIP Tanggapi Sorotan Demokrat dan Golkar Soal Posisi Partai Penyeimbang

PDIP Tanggapi Sorotan Demokrat dan Golkar Soal Posisi Partai Penyeimbang

PDIP Tanggapi Sorotan Demokrat dan Golkar Soal Posisi Partai Penyeimbang
Gedung DPP PDIP
A A Ukuran Teks16px

Ia membandingkan dinamika saat ini dengan era kepemimpinan Presiden ke-6 SBY dan Presiden ke-7 Jokowi ketika PDIP tidak pernah mempermasalahkan posisi politik parpol lain.

"Jangan mau cari kambing hitam untuk kegalauan mereka, kalau mau nyari kurban ya pas Lebaran kemarin.

PDI Perjuangan tidak pernah mempermasalahkan kalau partai manapun mau masuk atau tidak dalam kabinet.

Seperti yang terjadi di era Presiden SBY dan Jokowi, nggak ada tuh PDIP mempersoalkan posisi parpol. Kenapa sekarang banyak parpol kaya orang galau dan stres?"

ujar Deddy.

Deddy meminta Golkar dan Demokrat memprioritaskan urusan internal masing-masing agar tidak kalah dari partai pendatang baru pada pemilu mendatang.

in2

"Jangan sampai nanti kalah sama partai pendatang baru. Itu lebih baik dari pada ngurusi internal PDI Perjuangan.

Selain mereka tidak berhak, juga tidak etis. Kalau nggak nyaman di dalam ya keluar saja, kok malah marah-marah sama partai yang mau jabatan?"

ucap Deddy.

>>> Aviliani: Kenaikan BI Rate Berpotensi Tekan Permintaan Kredit

Ia menutup tanggapannya dengan menegaskan bahwa PDIP tetap menginginkan pemerintahan saat ini berhasil menyelesaikan mandatnya sesuai konstitusi.

"Pemilu masih sangat jauh, lebih baik fokus perbaiki mana yang kurang. PDI Perjuangan juga ingin pemerintahan berhasil dan menyelesaikan mandatnya sesuai konstitusi," imbuh Deddy.

Kritik Demokrat dan Golkar

Sebelumnya, Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengkritik ketegasan posisi politik PDIP yang dinilai belum terlihat jelas oleh masyarakat, terutama dalam hal implementasinya.

"Ya kalau dari Demokrat sendiri, bagi kita ini kan bagi masyarakat sebenarnya tidak masalah, masalah mendukung atau tidak mendukungnya gitu, ya, sikap PDIP kepada pemerintahan, mendukung atau tidak mendukung," kata Herzaky.

Herzaky membandingkan situasi ini dengan pengalaman Demokrat yang berada sembilan tahun di luar pemerintahan dengan mengambil sikap kritis yang terbuka.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru